#PendakiCantik – Bencana alam tanah bergerak yang terjadi di Gunung Beser mengancam setidaknya 116 kepala keluarga di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat.

Warga merasa resah karena menemukan sejumlah retakan di area permukiman hingga persawahan mereka. Ada 6 rumah yang dibongkar akibat bencana ini. Sementara itu, sebanyak 114 jiwa dari 37 kepala keluarga mengungsi.

Terekam Sensor Gempa BMKG

Waspada Bencana Tanah Geser di Gunung Beser
Foto: Pendaki Cantik – @kompas.com

Bunyi dentuman dan gemuruh disertai getaran tanah kembali dirasakan oleh warga tedampak bencana tanah bergerak tersebut pada Sabtu (30/1/2021) malam.

Warga yang berlokasi di punggung kaki perbukitan Gunung Beser itu bergegas keluar rumah. Fenomena tersebut terekam oleh sensor gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut keterangan Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman.

Gerakan Menyerupai Longsor

Waspada Bencana Tanah Geser di Gunung Beser
Foto: Pendaki Cantik – @kompas.com

Kata dia, rekaman seismik tersebut tampak sangat jelas dan berlangsung singkat selama 7 detik, yakni pada 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB Anomali seismik ini terlihat sebagai gelombang frekuensi rendah (low frequency).

Sekilas bentuk gelombangnya (waveform) menyerupai rekaman longsoran atau gerakan tanah. Menurutnya fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya.

Peristiwa itu diduga kuat terjadi karena adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat, hingga terekam di sensor gempa milik BMKG.

Daryono menyampaikan untuk memverifikasi kejadian tersebut tampaknya perlu dilakukan survei lapangan di wilayah yang terdengar suara gemuruh. Ini bertujuan untuk mencari apakah ada rekahan di permukaan akibat gerakan tanah tersebut.

“Jika tidak ditemukan, maka besar kemungkinan proses gerakan tanah terjadi di bawah permukaan tanah,” sebutnya.

Terjadi setelah hujan sedang-lebat

Waspada Bencana Tanah Geser di Gunung Beser
Foto: Pendaki Cantik – @kompas.com

Fenonema dentuman dan gemuruh disertai getaran itu terjadi usai hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur sejak sore sampai malam. Berdasar keterangan warga, peristiwa itu berlangsung beberapa detik.

“Iya benar. Warga pada keluar rumah, panik semua mendengar suara gemuruh,” beber Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad.

Ahmad juga mengaku mendengar bunyi itu. Ketika kejadian, ia dan beberapa sukarelawan sedang berada di Posko Bencana Tanah Bergerak Ciherang di SD Negeri Ciherang.

“Saya juga keluar. Warga yang keluar pun tidak lama kembali ke dalam rumahnya masing-masing,” ungkap Ahmad.

Hingga berita ini ditulis, warga sekitar Gunung Beser diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergeseran tanah yang semakin besar.*

Share.