#PendakiCantik – Aktivitas vulkanik Gunung Sindoro diperbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo dalam beberapa hari terakhir meningkat.

Namun peningkatan tersebut berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung masih dalam kewajaran.

Kepala Pelakasana BPBD Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan telah berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung terkait kondisi gunung Sindoro.

Masih Level I

Waspada, Aktivitas Vulkanik Gunung Sindoro Mulai Meningkat
Foto: Pendaki Cantik – @pendakikusam.id

Dia mengatakan meski ada peningkatan aktivitas namun masih dalam level I atau Normal. Sehingga masyarakat tidak perlu resah.

Pos pengamatan Gunungapi Sundoro dan Sumbing dan BPBD akan menyampaikan perkembangan gunung tersebut tiap hari.

Berdasarkan rekomendasi KESDM Badan Geologi PVMBG, disampaikannya, masyarakat di sekitar gunung yang berketinggian 3160 mdpl itu agar tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan Gunung tersebut.

Masyarakat disekitar Gunung api Sindoro dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah puncak dalam radius 200 meter.

Bisa Beraktivitas Seperti Biasa

Waspada, Aktivitas Vulkanik Gunung Sindoro Mulai Meningkat
Foto: Pendaki Cantik – @kembalipulanggg

Masyarakat sekitar sejauh ini masih bisa beraktivitas seperti biasa dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan gunung Sindoro yang dikeluarkan BPBD setempat.

Dikatakan BPBD Kabupaten Temanggung akan selalu berkoordinasi dengan PVMBG dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Data dari Badan Geologi PVMBG periode 10-02-2021 hingga pukul 24:00 WIB untuk kegempaan 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 10.37 mm dan lama gempa 17.66 detik.

3 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 3.45-3.91 mm dan lama gempa 13.83-18.8 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1.76-2.28 mm dan lama gempa 7.52-15.29 detik.

Selaian itu, 40 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.74-31.87 mm, S-P 0.81-2.73 detik dan lama gempa 9.89-24.89 detik.

6 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.06-26.01 mm, S-P 19.07 detik dan lama gempa 68.63-441 detik.

Gunung Sindoro Pernah Meletus Hebat

Waspada, Aktivitas Vulkanik Gunung Sindoro Mulai Meningkat
Foto: Pendaki Cantik – @nayanahda

Pada November 2011, warga di sekitar Temanggung, Parakan, dan sebagian Wonosobo, terkejut mendengar gunung berapi itu bergemuruh, menyemburkan asap solfatara.

Krisis itu berlangsung hingga Maret 2012, sebelum Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyatakan aktivitas Sindoro kembali ke titik normal. Semburan asap solfatara yang kuat itu terjadi di dinding dan dasar kawah utama.

Kawah Sindoro terhitung cukup luas, dalam, dan lebar diameternya. Ini mengindikasikan gunung berapi itu pernah meletus sangat hebat berabad-abad lalu. Tipe letusan Gunung Sindoro adalah strombolian.

Jejak letusan dahsyat Sindoro yang fakta-faktanya tak terbantahkan ada di Situs Liangan.

Risalah hasil penelitian Situs Liangan yang ditulis Sugeng Riyanto di jurnal Berkala Arkeologi (Vol 35/Mei 2015) menunjukkan data-data itu.

Dari jurnal tersebut diketahui Sindoro adalah faktor utama yang mengubur permukiman kuno era Mataram Hindu itu. Posisi Liangan ada di sebelah utara puncak Sindoro.*

Share.