Beberapa pihak tengah menyiapkan prosedur mendaki gunung setelah pandemi Covid-19 berakhir, salah satunya Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI)

Sebagai salah satu tempat wisata yang diminati banyak orang, wisata gunung dinilai sangat penting untuk menjadi partner penerapan protokol kesehatan agar rantai penyebaran Covid-19 terputus.

Aktivitas Outdoor Mulai Juli

Menyambut wacana new normal yang memungkin tempat wisata termasuk wisata gunung dibuka kembali dalam waktu dekat, APGI merasa perlu untuk menyiapkan prosedur pendakian bagi para pendaki.

Wajib Tahu, Ini Prosedur Mendaki Gunung Setelah Pandemi
Foto: Instagram/@@sayyidatunnisa98

Meski pemerintah memperkirakan bahwa aktivitas outdoor baru akan dimulai Juli mendatang, namun penyesuaian prosedur sangat penting mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia.

Prosedur Pendakian Lebih Ketat

Berdasarkan keterangan Sekretaris Jenderal APGI, Rahman Mukhlis dalam acara bertajuk #TravelTalk yang digelar Kompas Travel, prosedur pendakian pasca pandemi ini agak sedikit ketat.

Rahman menjelaskan, protokoler tersebut berisi seputar hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan para pendaki gunung mulai dari sebelum mendaki hingga setelah selesai pendakian.

Wajib Tahu, Ini Prosedur Mendaki Gunung Setelah Pandemi
Foto: Instagram/@masmeya

Cakupannya melingkupi persiapan pendaki sejak dari rumah, pemilihan peralatan pendakian, termasuk pemeliharaan kesahatan, transportasi, sampai pada cara pendakian, berkemah dan turun pendakian.

Bocoran Prosedur Pendakian

Meski prosedur yang dimaksud baru akan secara resmi dirilis ke publik pada Juni mendatang, ada beberapa bocoran kebijakan yang penting dan perlu diperhatikan oleh para pendaki.

Salah satunya adalah pendaki wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan pengecekan kesehatan lebih ketat.

Para pendaki juga diwajibkan membawa surat kesehatan bebas Covid-19 untuk mendaki gunung.

Wajib Tahu, Ini Prosedur Mendaki Gunung Setelah Pandemi
Foto: Instagram/@indanisa08

Adapun terkait pengecekan kesehatan akan dilakukan pada proses administrasi saat tiba di basecamp pendakian gunung.

Mengenai hal ini, prosedur yang dilakukan itu sejalan dan tidak beda jauh dengan protokoler kesehatan dari pemerintah.

Tidak Ada Kelunakan Soal Administrasi

Pihak wisata gunung atau tur operator juga akan menegaskan kembali kepada para pendaki yang tidak memenuhi syarat administrasi.

Jika tidak memenuhi syarat seperti masalah kesehatan yang mengindikasikan gejala Covid-19, maka pendaki tidak akan diizinkan mendaki.

Wajib Tahu, Ini Prosedur Mendaki Gunung Setelah Pandemi
Foto: Instagram/@tias_javes

Terkait rapid test atau tes cepat pendeteksi virus corona pada tubuh juga akan diimplementasikan di wisata gunung.

Hal tersebut bergantung pada acuan resmi dari pemerintah pada saat New Normal telah berlangsung.

Waspada Surat Keterangan Palsu

Selain itu, APGI juga telah menyiapkan beberapa upaya lain untuk menghindari pendaki yang membawa surat kesehatan palsu atau dimanipulatif.

Hal ini dilakukan dengan menyediakan dokter yang bertugas untuk melakukan validasi, dan jika sudah mendukung sarana prasarananya, cek Covid-19 langsung di pintu pendakian.

Wajib Tahu, Ini Prosedur Mendaki Gunung Setelah Pandemi
Foto: Instagram/@garnisayu_

Pendaki Diwajibkan Didampingi Pemandu

Selain persyaratan administrasi dan pengecekkan kesehatan para pendaki, APGI juga mewajibkan setiap pendaki didampingi oleh pemandu untuk satu kelompok berisi lima orang.

APGI berharap prosedur tersebut dapat terlaksana guna kenyamanan wisatawan atau pendaki gunung pada saat pandemi berakhir.

Hingga saat ini, APGI juga tengah berfokus menyiapkan protokoler baru atau Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait wisata gunung setelah pandemi.

 

Share.