Tohari: Penambang Meninggal Terjatuh di Dasar Kawah Gunung Ijen

Gas Beracun Gunung Berapi yang Berbahaya untuk Keselamatan Pendaki
Foto: Pendaki Cantik - @dodikandinata

Pendakicantik.com – Tohari, seorang penambang belerang meninggal setelah jatuh di dasar Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban (Tohari) terpeleset saat dirinya ingin menghindar dari kepulan asap belerang Kawah Ijen.

Baca Juga: 3 Lembah Kece Buat Healing di Kaki Gunung Merapi Hingga Slamet

Kepala Kepolisian Sektor Licin, AKP Dalyono membenarkan informasi meninggalnya Tohari dimana korban jatuh ke kawah Gunung Ijen.

PENAMBANG BELERANG KAWAH IJEN #BELERANG #KAWAH_IJEN

Tohari: Penambang Meninggal Terjatuh di Dasar Kawah Gunung Ijen

“Ya benar. Kejadiannya Selasa (30/8/2022) malam sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Licin AKP Dalyono, Rabu (31/8/2022).

Baca Juga: Cunca Rami: Destinasi Wisata yang Asri di Kawasan Hutan Tropis Mbeliling

Berusaha Hindari Kepulan Asap Belerang

Dalyono mengatakan, Tohari merupakan salah seorang warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuawangi.

Pria berusia 46 tahun itu dalam keseharian bekerja sebagai penambang belerang di kawasan Gunung Ijen.

Kejadian ini bermula saat korban mengamankan produksi belerang di sekitar kawasan kawah Ijen.

Saat itu korban sedang menyiram api yang membakar belerang dengan air. Tapi justru muncul asap tebal belerang yang mengarah ke dirinya.

Tohari: Penambang Meninggal Terjatuh di Dasar Kawah Ijen
Foto: Pendaki Cantik – @KetutSukanasihSukanasih

Terpeleset ke Kawah dan Tubuh Terbakar

Korban berusaha menghindari asap tersebut, namun dia malah justru terpeleset dan jatuh ke api belerang hingga tubuhnya terbakar. Rekan korban berupaya menyelamatkan korban.

“Setelah berhasil dievakuasi, korban digendong menuju puncak dan dinaikkan troli menuju Pondok Bunder,” jelas Dalyono.

Sekujut tubuh korban terbakar. Kira-kira luka bakar 90 persen. Dan korban langsung dibawa ke RSUD Blambangan, namun nyawanya tak tertolong. Dokter menjelaskan Tohari mengalami luka bakar parah di tubuhnya.

“Korban mengalami luka bakar 90 persen di bagian tubuh depan, wajah, dada, tangan, perut, paha,” ungkap Dalyono

Artikel Sebelumnya3 Lembah Kece Buat Healing di Kaki Gunung Merapi Hingga Slamet
Artikel BerikutnyaGunung Bondang: Gunung Tertinggi di KalTeng dengan Beragam Kisah Mistis