Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol

Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol
Foto: Pendaki Cantik -

Pendakicantik.com – Sebagai seorang pendaki gunung, pasti kamu pernah alami atau mungkin melihat saat berada di gunung botol bekas buang air para pendaki.

Cara buang air selama naik gunung pun terkadang menimbulkan pertanyaan bagi kaum awam yang belum pernah mendaki ataupun mungkin pendaki pemula.

Baca Juga: Gunung Berapi Jaboi: Wisata Unik dengan Empat Kawah di Hutan Lindung Sabang

Buat yang sudah sering mendaki gunung, perihal buang air di gunung seakan menjadi hal yang biasa dan kebanyakan tidak menemukan masalah.

Namun, tidak bisa dipungkiri jika sebenarnya masih banyak orang atau pendaki yang belum memahami bagaimana tata cara buang air di gunung.

Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol

Tata cara buang air saat mendaki gunung itu perlu diketahui dan dipahami para pendaki terutama pendaki pemula agar tidak merusak lingkungan gunung.

Baca Juga: Mengenal Gunung Karang: Gunung Tertinggi di Pandeglang, Banten

Buang Air Tidak Harus di Botol

Setiap orang yang ingin buang air di gunung tidak perlu menggunakan botol plastik. Pendaki bisa langsung menuju semak-semak untuk membuang kotorannya. Membuang urin ke dalam botol malah akan menambah sampah di pegunungan.

Ia menilai masalah seperti itu sebenarnya dilihat dari kebiasaan para pendaki yang berbeda. Ada tipe pendaki yang tidak biasa buang air di tempat yang tidak nyaman, misalnya saat naik gunung.

Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol
Foto: Pendaki Cantik – @susii_appri

Jika naik gunung dan merasakan ingin buang air kecil dan besar, intip tips-tips berikut biar tetap aman dan nyaman

Cari semak-semak atau tempat tersembunyi dari orang lain

Gunung merupakan lahan atau area yang luas. Tentu ada satu tempat berupa semak-semak yang jauh dari pandangan mata orang banyak. Jika pendaki merasa ingin BAK atau besar, coba cari tempat semacam itu di gunung. Misalnya di semak-semak.

Namun, ketika di semak-semak pun pendaki harus memperhatikan apakah ada tanaman yang bisa menusuk kulit.

Di gunung tropis itu banyak juga semak-semak yang kalau durinya kita kena, ada rasa perih dan gatal. Persoalan ini membuat kencing di semak-semak perlu hati-hati juga.

Baca Juga: 9 Pendaki yang Dikabarkan Hilang Ternyata Lakukan Ekspedisi ke Gunung Ibu

Jangan buang air di sumber air

Jangan pernah membuang air kecil atau besar di sumber air yang ada di gunung. Hal ini jelas akan membuat sumber air menjadi kotor. Padahal, sumber air penting untuk persediaan air pendaki.

Jika merasa ingin BAK atau besar, pilihlah juga semak-semak yang jauh dari sumber atau mata air. Selain tidak merusak persediaan air pendaki, hal ini juga agar kotoran tidak mengontaminasi air yang menjadi sumber penghidupan bagi makhluk di gunung tersebut.

Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol
Foto: Pendaki Cantik – @hanysas_

Jangan buang air di jalur pendakian

Tidak membuang air kecil atau besar di area jalur pendakian karena hal ini akan membuat pendaki lainnya terganggu dengan bau pesing atau menyengat di sekitar jalur.

Pendaki lainnya akan merasa jijik dan kesal bila merasakan bau yang tak sedap di jalur pendakian. Jika sampai menginjak ranjau yang ditinggalkan, maka hal itu akan membuat pendaki makin kesal.

Baca Juga: Hasil Aktivitas Pendakian Gunung Rinjani Mencapai Rp 41,37 Miliar

Tak perlu pakai botol plastik, buang langsung di alam

Kotoran manusia bisa menjadi pupuk alami bagi gunung tropis seperti di Indonesia. Oleh karena itu, pendaki tak perlu menggunakan botol plastik dan meninggalkannya.

Botol plastik dapat merusak dan menambah jumlah sampah di gunung. Namun jika terpaksa harus buang air di botol karena tak menemukan semak-semak, kamu bisa membawa botol itu untuk sementara hingga bertemu tempat yang bisa untuk membuang kotoran.

Jika sudah selesai membuang, bawa kembali botol plastikmu turun untuk menghindari meninggalkan sampah di gunung.

Tips Buang Air di Gunung Biar Tetap Aman dan Nyaman; Tidak Harus di Botol
Foto: Pendaki Cantik – @adheeee__af

Timbun kotoran dengan tanah

Selesai buang hajat, bau tak sedap bisa menjadi masalah. Untuk mengatasinya, kamu bisa menimbun kotoran dengan tanah. Hal ini ada baiknya sama dilakukan baik BAK maupun BAB.

Selain untuk menjaga kenyamanan bersama, juga dapat menjaga keasrian ekosistem di gunung.

Timbun kotoran dengan tanah
Foto: Pendaki Cantik – @ikegento_

Bisa juga kamu menandai dengan batang atau penanda lainnya agar para pendaki tidak mendekati tempat tersebut. Hal ini berguna untuk menjaga etika atau kesopanan sesama pendaki.

Artikel SebelumnyaGunung Berapi Jaboi: Wisata Unik dengan Empat Kawah di Hutan Lindung Sabang
Artikel BerikutnyaBule Terpeleset di Gunung Agung: Cedera di Bagian Kepala dan Meninggal