Pendakicantik.com – Tips mengantisipasi saat datang bulan atau mensturasi alias dapet pada saat mendaki buat para pendaki cantik (perempuan).

Ada begitu banyak hal yang harus dipertimbangan ketika kamu punya rencana untuk mendaki; biasanya meliputi cuaca, musim, curah hujan, waktu luang, biaya, dan datang bulan.

Baca Juga: Teluk Nanga Lok Raih Juara Satu Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022

Satu hal penting yang wajib diperhatikan oleh kita para Pendaki Cantik adalah masalah serius terkait jadwal datang bulan (menstruasi).

Berikut tips dan cara mengantisipasi periode haid atau dapet atau menstruasi atau datang bulan saat mendaki gunung yang terkadang bikin para pendaki perempuan kebingungan.

Tips Atasi Ketika Datang Bulan Saat Mendaki Gunung

Terlebih lagi jika hal ini dialami oleh pendaki pemula yang belum pernah punya pengalaman mendaki gunung sebelumnya.

Baca Juga: Pendakian Gunung Carstensz Pyramid di Puncak Jayawijaya Ditutup Sementara untuk Umum 

Pertama, Selalu Siapkan Pembalut Setiap Mendaki

Tips yang pertama, ada baiknya jika ingin atau berencana mendaki gunung, jangan lupa dan jika perlu pastikan bawa pembalut, meskipun bukan jadwalnya.

Kalo sampe sakit perut atau nyeri-nyeri datang bulan, gosok pake minyak kayu putih bisa ngeredain sakitnya; sama paling dibawa tidur. Kalo memang kondisi fisiknya tidak kuat, jangan dipaksain buat jalan atau beraktifitas. Harus jujur sama kondisi kita. Jangan ditutup-tutupin.

Tips Atasi Ketika Datang Bulan Saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @jukaeysiswanty17

Kedua, Batalkan Rencana Mendaki

Jika memang pada saat naik gunung tiba-tiba datang bulan atau mensturasi, sebaiknya ditunda atau batalkan saja dulu rencana biar lebih nyaman dan aman. Jangan dipaksakan kalau memang kondisi fisik agak kurang kalau pas lagi datang bulan.

Baca Juga: Pendakian Gunung Agung via Jalur Pendakian Pura Pengubengan Ditutup Sementara

Ketiga, Jangan Buang Pembalut Kotor Sembarangan

Saat di gunung, bekas pembalut kotor sebaiknya dituangin minyak kayu putih kemudian dibungkus dan dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk dibawa turun sampahnya. Jangan dibuang sembarang karena akan merusak lingkungan dan terutama tidak baik kenyamanan dan keselamatan pendakiannya nanti.

Keempat, Tidak Panik dan Kreatif

Jika seandainya saat di atas gunung dan tiba-tiba dapet alias datang bulan, dan lebih parahnya kamu tidak persiapan bawa pembalut; maka tidak perlu panik. Saat itu kamu dituntut untuk jadi orang yang kreatif.

Tips Atasi Ketika Datang Bulan Saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @erpeemmmm

Kelima, Yakin dan Pastikan Kondisi Tubuh

Harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan keyakinan. Maksudnya, kondisi tubuh, apakah setiap kali mens ada penurunan daya tubuh atau tidak. Ada orang yang ketika mens biasa-biasa saja. Ada juga yang sampe kalang kabut, gulang-guling nahan sakit perut. Kalau yang tiap mens suka sakit, mending ditunda dari pada ngrepotin temen-temen pendakiannya.

Baca Juga: Buat Pendaki Pemula; Perlengkapan Mendaki Gunung yang Harus Disiapkan dan Dibawa

Yang kedua, keyakinan. Kita yakin tidak sama diri kita kalau misalkan kita lagi mens bakalan terjadi apa-apa gitu atau gak. Kembali ke niat dan tujuan kita apa. Kalau niat kita baik, permisi dan gak ganggu, insyaallah aman. Kalau hati udah ragu-ragu dari awal, mending ditunda. Tapi, kembali lagi ke orangnya. Masing2-masing punya pemikiran sendiri-sendiri.

Tips Atasi Ketika Datang Bulan Saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @nadiafadilla_

Keenam, Persiapan yang Matang dari Rumah

Tips yang keenam, kalau lagi datang bulan, usahakan habis buang air kecil disiram langsung, biar ga kecium baunya sma makhluk-makhluk lain. Usahakan juga ada salah satu temen kita nanjak yang kuat imannya, buat jaga kalo terjadi hal-hal aneh.

Persiapan dari rumah harus benar-benar matang sehingga tidak kebingungan saat di gunung dan terutama tidak merepotkan teman seperjalanan.

Share.