Ibu, bagiku adalah seorang sahabat sejati. Sahabat yang selalu setia membasuh keluh dan mendengar keluh anak-anaknya.

Ia adalah seseorang yang akan tetap bersamaku dalam keadaan apapun. Sahabat yang tak pernah meninggalkanku meski saat aku jatuh ke titik tergelap dalam hidup.

BacaAku dan Kenangan di Puncak Gunung

Ia adalah gambaran sosok yang paling berarti dalam hidupku. Meski ia sering diabaikan, namun itu tak pernah membuatnya pergi, karena cintanya suci, tulus, dan takkan lekang oleh waktu.

Mendaki bersama ibu pendaki
Mendaki bersama – @noviiirawati

Aku takkan pernah lupa kenangan hari ini. Saat engkau setia mendampingiku menelusuri terjalnya jalan berbatu untuk menggapai puncak gunung tertinggi yang selalu kuimpikan sejak dulu.

Terima kasih untukmu, Ibu. Untuk semua yang telah engkau beri: dulu, sekarang, hingga nanti. Maafkan jika terkadang aku lalai mendengar tutur lembut bibirmu.

Catatan ini adalah sebentuk ucapan, yang mewakili terima kasih tak terhingga dari para pendaki cantik, untuk sosok yang telah menghadirkannya ke dunia.

Meski sederhana, biarlah ini menjadi prasasti tulisan di beranda maya. Maa, biarlah ini menjadi pengingat bahwa di setiap puncak yang kami gapai, namamu tak pernah lepas kami sebut dalam syukur dan doa.

Dari anakmu, yang bandel tapi selalu kangen rumah. Yang manja tetapi kadang keras kepala. Yang membawa guratan wajahmu dalam garis senyum tiap menyambut fajar pun menyapa senja.

Selamat Hari Ibu

*Kontributor: Sriendra

Share.