Suhu di Gunung Lawu Sangat Dingin, Pendaki Diimbau Waspada

Suhu di Gunung Lawu Sangat Dingin, Pendaki Diimbau Waspada
Foto: Pendaki Cantik - Instagram/@z_fantri

#PendakiCantik – Memasuki musim kemarau, puncak Gunung Lawu dihantui oleh suhu dingin yang sangat ekstrim bahkan mencapai sembilan derajat celcius.

Cuaca ekstrem di puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini membuat para pendaki diimbau untuk selalu waspada.

Hal ini dikarenakan selama empat hari terakhir cuaca ekstrem sudah mulai sangat dirasakan.

Itu bertepatan dengan terus bertambahnya jumlah pendaki yang terus berdatangan.

Tanda-Tanda Waspada

Suhu di Gunung Lawu Sangat Dingin, Pendaki Diimbau Waspada
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@salshabilaftr

Seiring dengan meningkatnya jumlah pengungjung ke Gunung Lawu para pendaki perlu mengetahui bahwa cuaca dingin ini sangat berbahaya jika diabaikan.

Pendaki bahkan sudah bisa mulai merasakan udara dingin saat masih berada di pintu pendakian Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Di situ saja, suhu udara tercatat mencapai sembilan derajat celcius pada siang hari hal ini berarti suhu udara di puncak Gunung lawu bisa berada dibawah angkat tersebut.

Masih Ada Pendaki di Puncak

Suhu di Gunung Lawu Sangat Dingin, Pendaki Diimbau Waspada
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@anggrel_edlambang

Meski cuacanya sangat ekstrem beberapa pendaki hingga Senin (27/7/2020) tampaknya masih ada yang bertahan di atas puncak Gunung Lawu.

Menurut keterangan Maulana Fajrin, salah satu pendaki yang baru turun dari Puncak menyebutkan bahwa pendaki di puncak Gunung Lawu membuat api unggun.

Mereka bahkan harus mengenakan baju hingga berlapis lapis, untuk menahan suhu ekstrem dan angin kencang yang bertiup di puncak Gunung Lawu.

Penyebab Suhu Dingin Saat Musim Kemarau

Suhu di Gunung Lawu Sangat Dingin, Pendaki Diimbau Waspada
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@siwiadhi

Indra Gustari, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG menyebutkan bahwa dinginnya suhu di pegunungan pada musim kemarau diakibatkan angin monsun Australia.

Selain angin monsun Australia, suhu dingin pada malam hingga dini hari juga dipengaruhi oleh dry intrusion atau intrusi udara kering.

Kondisi langit cerah tanpa tutupan awan juga dapat memaksimalkan pancaran gelombang Bumi pada malam hari.

Hal itu menyebabkan suhu di permukaan Bumi relatif akan lebih cepat turun dan lebih dingin dari biasanya pada malam hari.*