Sudah Sebulan, Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup

Sudah Sebulan, Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup
Foto: Pendaki Cantik - @yoshikirei

#PendakiCantik – Sudah hampir sebulan Gunung Gede Pangrango ditutup namun pihak Pengelola TNGGP masih menunggu arahan terkait pembukaan kembali pendakian.

TNGGP yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini terpaksa harus menutup pendakian Gunung Gede dan Pangrango sejak tanggal 10 September 2020 lalu.

Humas TNGGP Poppy Oktadiani melansir merdeka.com mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Dalam hal ini adalah Dirjen Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) untuk membuka kembali pendakian.

Sudah Mengajukan Surat

Sudah Sebulan, Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup
Foto: Pendaki Cantik – @khudeeew

Hingga hari ini, Poppy menjelaskan bahwa pihak TNGGP sudah mengajukan surat permohonan izin beberapa waktu. Namun, belum diketahui kapan pendakian akan dibuka.

Sementara itu, selama penutupan, pengelola TNGGP terus melakukan evaluasi protokol kesehatan, termasuk berkordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Cianjur.

Bersama relawan, pihaknya juga melakukan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian dalam rangka mengembalikan kelestarian dan keasrian taman nasional.

Alasan Penutupan

Sudah Sebulan, Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup
Foto: Pendaki Cantik – @arifb2109

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, kembali ditutup untuk pendakian sebulan lalu hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Penutupan tersebut seiring beredarnya video di media sosial terkait membludaknya pendaki yang disebut mencapai ribuan orang, sehingga dinilai melanggar protokol kesehatan.

Akibat peristiwa tersebut, Dirjen KSDAE mengeluarkan SK yang menginstruksikan bahwa mulau 11 September 2020 pendakian Gunung Gede Pangrongo ditutup.

Pembukaan kembali dapat dilakukan jika Balai Besar TNGP sudah mampu memastikan jumlah pendaki sesuai dengan kuota.

Mengantisipasi pendaki ilegal dan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

Namun selama proses berjalan pendakian kembali ditutup meskipun baru beberapa pekan dibuka setelah 8 bulan ditutup untuk pemulihan dan selama pandemi.