Senja, Kamu dan Sepenggal Kisah Rindu

Senja, Kamu dan Sepenggal Kisah Rindu
Foto: Pendaki Cantik - Instagram/@ekajullia

#PendakiCantik – Entah sejak kapan, tiba-tiba saja kisah rindu ini muncul dari dalam kalbu yang tak diketahui bagaimana dia akan berakhir.

Aku tidak pernah berpikir untuk memulainya dan karenanya aku juga tidak pernah tahu tentang harus diisikan apa bagian-bagian ceritanya setelah itu.

Suatu ketika aku meraba-raba ingatan dan berharap menemukan sesuatu yang menjadi petunjuk, minimal aku tahu kepada siapa sebenarnya rindu ini tertuju.

Darinya aku paham, perjumpaan kita yang tiba-tiba dan tidak berlangsung lama adalah pengantar paling masuk akal dan menjadi premis awal kisahnya terbentuk.

Senja, Kamu dan Sepenggal Kisah Rindu
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@ekajullia

Kamu mungkin tidak akan percaya, tetapi jika diizinkan berkata jujur sesungguhnya aku suka membayangkanmu sebagai senja, agar aku bisa melihatmu setiap sore.

Senja yang selalu ku nikmati bersama secangkir kopi dan sebuah lagu tentang kamu.

Dan seperti halnya senja, kamu adalah keindahan yang tak bisa aku jamah. Aku hanya bisa menikmatimu dari jauh. Keindahan yang sementara namun terus berulang.

Aku pernah berpikir, jika kamu adalah senja, berarti bukan cuma aku yang mengagumimu, bukan cuma aku yang takjub akan keelokanmu.

Senja, Kamu dan Sepenggal Kisah Rindu
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@ekajullia

Aku hanya sebagian dari mereka yang ketika sore selalu menghadap ke barat menanti sinar jingga yang kau pancarkan, dan itu aku anggap sebagai senyuman.

Biarlah, biar mereka membuat pesawat yang mampu mengantarkannya lebih dekat denganmu.

Biar mereka menjadi pelangi yang melengkapi keindahanmu atau burung-burung yang terbang di sekitarmu agar kamu tak merasa kesepian.

Senja, Kamu dan Sepenggal Kisah Rindu
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@ekajullia

Dan saat mereka sampai di dekatmu, aku akan tersenyum dan menyanyikan lagu tentang kamu.

Meski senyumku terhalang pelangi, meski suaraku tak seindah kicauan burung-burung itu.

Senja terlalu buru-buru berlalu, padahal aku baru hendak mewarnai langit untukmu dengan warna-warna rinduku yang selalu membiru.

Selamat petang semoga Rindu ini tetap milikmu

Percayalah, ketika kisah rindu ini hanya bercerita tentang kamu, pada saat itulah aku yakin bahwa kamu akan aku sebut selalu dalam setiap doaku.

Semoga lekas kembali bertemu setelah corona berlalu. Aku rindu…