#PendakiCantik – Kasus pendaki diblacklist atau dilarang mendaki dalam kurun waktu tertentu karena melakukan pelanggaran selama mendaki meningkat tajam di Gunung Dempo.

Sejak bulan Desember tahun lalu hingga Januari 2021, terdata setidaknya sudah ada 21 orang yang diblaclist oleh pihak pengelola pendakian Gunung Dempo dengan berbagai macam alasan.

Sepuluh orang pendaki terakhir yang mendapat sanksi diketahui merupakan orang lokal Sumatera Selatan yang berasal dari Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang.

Menurut keterangan Ketua Balai Registrasi Gunung Api Dempo, Arindi mereka mendapat sanksi karena kedapatan membawa kayu panjang umur saat mendaki.

Sanksi 3 Tahun Larangan Mendaki

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pendaki Jadul (@pendakilawas)

Setelah itu, Balai Registrasi melakukan rapat secara internal terkait temuan tersebut. Mereka akhirnya memutuskan bahwa 10 pendaki itu dilarang berkunjung ke Gunung Api Dempo selama 3 tahun.

“Ini pelanggaran berat dan harus jadi pelajaran untuk pendaki lain agar tidak melakukan hal serupa. Mereka di-blacklist mulai 14 Januari 2021 sampai 14 Januari 2024,” ujar Arindi.

Arindi mengatakan, sejauh ini sudah 21 orang pendaki yang di-blacklist karena melakukan pelanggaran.

Kejadian pertama terjadi pada 20 Desember 2020,di mana 11 pendaki nekat melakukan pendakian secara ilegal saat tahun baru.

“Kalau tidak dijaga seperti ini, mungkin akan banyak sampah yang ada di gunung. Satu bulan terakhir ini kami sudah mengumpulkan 10 ton sampah dari gunung,” ujar Arindi melansir kompas.com.

Tertera dalam SOP

Selama Dua Bulan, Total 21 Pendaki Diblacklist di Gunung Dempo
Foto: Pendaki Cantik – Ist.

Larangan soal mengambil kayu panjang umur tersebut tertera dalam standard operation procedure (SOP) pendakian Gunung Dempo.

Tertera bahwa setiap pendaki dilarang untuk mengambil dan menggunakan kayu panjang umur yang berada di dalam kawasan Gunung Dempo selama aktivitas pendakian.

Terkait sampah, pendaki juga wajib menunjukkan barang bawaan yang berpotensi sampah kepada petugas pemeriksa untuk dicek kesesuaiannya dengan check list yang telah diisi.

Setelah melakukan pendakian, pendaki diwajibkan melapor kepada petugas di pintu pendakian Kampung IV untuk melakukan verifikasi kegiatan pendaki telah berakhir.

Serta untuk memastikan lama kunjungan sesuai dengan tiket masuk yang telah dibeli dengan menunjukkan bukti registrasi dan menyerahkan sampah sesuai dengan data check list sampah.

Hal tersebut dilanggar oleh para pendaki tersebut, dengan membawa kayu panjang umur serta membawa sampah logistik yang tidak sesuai dengan data check list sampah.

Apa itu kayu panjang umur?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by bayu adhi (@bayuadhi81_)

Kayu panjang umur yang diambil oleh para pendaki tersebut adalah pohon endemik yang tumbuh di ketinggian 2500 – 3000 mdpl.

Kayu dengan nama latin Cantigi ini banyak ditemukan salah satunya di pelataran Gunung Dempo.

“Tumbuhan Cantigi ini sudah kita kembangkan di tahun 2016 melihat populasinya semakin berkurang. Pertumbuhannya pun sangat lambat, satu tahun hanya empat sentimeter pertumbuhannya,” papar Arindi.

“Oleh sebab itu kalau pendaki mengambil tumbuhan ini sangat banyak, butuh puluhan sampai ratusan tahun untuk kembali hijau,” tutup dia.*

Share.