Sekelompok Pendaki Dikecam Usai Dugem di Gunung Rinjani

Sekelompok Pendaki Dikecam Karena Dugem di Gunung Rinjani
Foto: Pendaki Cantik - Screenshot/@insidelotim

#PendakiCantik – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah pendaki gunung di Lombok, NTB menggelar ‘pesta dugem’ di atas ketinggian. Aksi tersebut lantas mendapat kecaman dari banyak pihak.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Sabtu malam atau sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Banyak pihak menyayangkan perilaku wisatawan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Berikut ulasannya:

Dalam video tersebut terlihat awalnya ratusan pendaki yang berada di tenda masing-masing secara serentak menyalakan lampu senter mengarah ke atas dengan diiringi musik.

Di dalam video tersebut juga terlihat sekumpulan pendaki lalu berkumpul bersama dan berjoget layaknya sedang berada di sebuah club malam.

Dinilai Tidak Pantas

Sekelompok Pendaki Dikecam Karena Dugem di Gunung Rinjani
Foto: Pendaki Cantik – Screenshot/@insidelotim

Aksi tidak pantas tersebut pun mendapat kecaman dari banyak pihak. Video tersebut dikatakan harus menjadi peringatan bagi banyak pihak untuk menjaga sikap dan perilaku saat berkunjung ke suatu tempat wisata.

Akun instagram @insidelotim yang mengupload video itu menyebutkan aksi tersebut merupakan tindak terpuji.

Alam harusnya dijaga, keindahannya dipelihara, tidak dengan tindakan yang tidak-tidak. Para pelaku harus diberi peringatan dan edukasi dengan cara-cara yang persuasif, tegas.

Namun, karena pelakunya tidak hanya satu, butuh upaya extra dari semua pihak.

Respon Dinas Pariwisata

Sekelompok Pendaki Dikecam Karena Dugem di Gunung Rinjani
Foto: Pendaki Cantik – Web/SuaraNTB

Dilansir dari laman insidelombok, pihak Dinas Pariwisata Lotim mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Namun, pihak Dispar mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait hal tersebut dikarenakan Savana Propok tempat peristiwa itu terjadi dikendalikan oleh Balai Taman Nasiona Gunung Rinjani (BTNGR).

Meski begitu, pihak Dispar mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak BTNGR terkait kejadian tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H Mugni, berharap kedepannya para wisatawan yang mendaki tidak akan mengulangi hal serupa, serta lebih memperhatikan norma dan aturan yang berlaku di tempat wisata.

“Kita kan masuk wisata halal terbaik dunia, jadi kita harus mengikuti norma yang sudah berlaku di NTB selaku pemegang predikat tersebut,” kata H.Mugni dikutip dari laman insidelombok.