Pendakicantik.com – Perla Tijerina merupakan seorang perempuan yang justru malah berambisi untuk tinggal di dekat puncak gunung berapi.

Dikutip dari NewYorkPost, Perla Tijerina ingin menantang mental dan fisiknya agar bisa tinggal di puncak gunung berapi.

Baca juga: Pendakian Gunung Agung Ditutup Sejak 29 Maret sampai 26 April 2023

Rencana ini sedang dijalaninya yang mana hal ini merupakan tantangan terbesar dalam hidupnya.

Gunung berapi menjadi fenomena yang wajar di dunia geografi; tetapi dibalik megah dan indahnya, gunung berapi bisa sewaktu-waktu berubah menjadi menyeramkan.

Perla Tijerina: Perempuan yang Memilih Tinggal di Dekat Puncak Gunung Berapi

Letusan gunung berapi kerap menjadi bencana yang menelan banyak korban jiwa. Tidak sedikit yang mulai tinggal lebih jauh dari gunung berapi.

Baca juga: Gunung Merbabu: 4 Jalur Pendakian Ditutup Selama Ramadhan

Memilih Tinggal di Dekat Puncak Gunung Berapi

Namun tidak dengan seorang wanita yang justru malah berambisi untuk tinggal di dekat puncak gunung berapi.

Perempuan yang berusia 31 tahun itu punya hobi mendaki gunung sejak lama. Mengingat bukan sembarang orang bisa mendaki gunung; perlu skill, ketahanan tubuh, hingga pengetahuan bertahan hidup yang mumpuni. Semakin banyak jam terbang naik gunung, semakin pandai orang bertahan hidup di tengah alam.

Namun Perla Tijerina yang tinggal di Pico de Orizaba, puncak tertinggi di Meksiko dan gunung berapi tertinggi di Amerika Utara itu punya alasannya tersendiri tinggal di puncak gunung berapi.

Nantinya, Perla Tijerina akan hidup di ketinggian 18.620 kaki atau 5.675 meter di atas permukaan laut (mdpl)  selama 32 hari. Ia mengakui diri sebagai seorang yang gila tantangan. Lewat mendaki gunung, Tijerina menjadikannya sebagai uji kekuatan mental dan fisik atas hobinya berpetualang.

“Saya suka menguji kekuatan mental saya,” kata Tijerina, dari Saltillo, Meksiko dilansir dari NeedToKnowonline.

Perla Tijerina: Perempuan yang Memilih Tinggal di Dekat Puncak Gunung Berapi
Foto: Pendaki Cantik – @perlatijerina_

Tingginya gunung Pico de Orizaba menciptakan lanscape berbatu dan bersalju yang ekstrem. Namun ia terlihat menikmati tantangan tersebut.

“Waktunya akan tiba untuk memulai dengan tantangan yang sulit namun mengasyikkan ini! Hidup 32 hari di puncak Pico de Orizaba. Tingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi dari milik saya sendiri Meksiko semua artinya menjadi seorang wanita. Doakan saya banyak sukses, tulis Tijerina lewat akun Instagram @perlatijerina_.

Baca juga: Fiersa Besari: Gunung Agung Miliki Banyak Potensi Keindahan Alam

Mencoba Mencetak Rekor Dunia

Siapa sangka, selain menguji ketahanan mental dan fisik. Perla Tijerina hendak mencoba mencetak rekor dunia dengan tinggal di puncak gunung berapi selama sebulan. Selain itu, rumahnya yang dekat dengan Pico de Orizaba  puncak tertinggi di Meksiko dan gunung berapi tertinggi di Amerika Utara membuatnya semakin tertantang.

Dia menyebut tantangan ini sebagai “wanita bertingkat tinggi”. Tijerina harus berjuang hidup di gunung berapi dengan beragam tantangan. Seperti angin kencang, badai listrik, hipotermia, dan penyakit gunung.

Perla Tijerina: Perempuan yang Memilih Tinggal di Dekat Puncak Gunung Berapi
Foto: Pendaki Cantik – @perlatijerina_

Selain memecahkan rekor dunia, Tijerina berharap bisa menginspirasi perempuan lain.

“Saya ingin menjadi inspirasi bagi semua wanita yang sedang mencari motivasi yang mendorong mereka untuk terus berusaha, tetap teguh dan tidak menyerah meski menghadapi rintangan.” ungkapnya.

Share.