#PendakiCantik – Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP) Cipanas, Cianjur, memberikan 2 opsi untuk pendaki yang sudah mendaftar secara daring.

Kedua opsi ini diberikan secara khusus kepada pendaki yang sudah mendaftar sepekan sebelum keputusan menutup pendakian ditetapkan oleh pihak pengelola.

Adapun dua opsi tersebut antara lain yaitu pendaki mendapatkan kembali uang pendaftaran secara utuh atau dijadwalkan ulang setelah pendakian dibuka kembali.

Penjelasan Pihak TNGGP

Pendakian Ditutup, Pengelola TNGGP Tawarkan 2 Opsi untuk Pendaki
Foto: Pendaki Cantik – @ftriyahh

Menurut Humas TNGGP, Poppy Oktadiani menyebutkan bahwa selama periode 11 September hingga 9 Oktober sudah ada pendaki yang mendaftar.

Hal ini terjadi sesaat setelah jalur pendakian dinyatakan dibuka sejak pekan lalu. Adapun kuota pendaki yang sudah mendaftar selama periode itu menurutnya telah sesuai dengan kuota serta sudah membayar uang registrasi.

Sayangnya, pada Jumat (11/9/2020) pendakian kembali ditutup untuk melakukan evaluasi terkait beberapa kebijakan selama New Normal yang dilanggar pendaki.

Namun untuk mereka yang sudah mendaftar dan membayar uang administrasi, pihaknya akan mengembalikan sesuai kesepakatan dengan calon pendaki.

Selain itu, akan dilakukan penjadwalan ulang pendakian ketika sudah diizinkan kembali untuk dibuka, meskipun belum bisa memastikan kapan pendakian kembali dibuka.

Bisa Menghubungi Call Center

Pendakian Ditutup, Pengelola TNGGP Tawarkan 2 Opsi untuk Pendaki
Foto: Pendaki Cantik – @viiakaramoy_

Bagi pendaki yang akan melakukan jadwal ulang atau mengambil kembali uang yang sudah disetorkan, ungkap dia, dapat menghubungi “call center” TNGGP.

Meskipun hingga saat ini, pihaknya belum memiliki data berapa yang minta pengembalian uang atau penjadwalan pendakian.

Sebelumnya TNGGP Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, kembali ditutup untuk pendakian hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Hal ini terjadi  seiring beredarnya video di media sosial terkait membludaknya pendaki yang disebut mencapai ribuan orang, sehingga dinilai melanggar protokol kesehatan.

Alasan Ditutup Lagi

 

View this post on Instagram

 

Penutupan Sementara Pendakian Di TNGGP . . Dalam rangka evaluasi kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada masa New Normal dan evaluasi ketertiban pengunjung wisata terhadap Protokol Kesehatan COVID-19, serta mencegah terjadinya pendaki ilegal maka, mulai tanggal 11 September 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menutup kembali aktifitas Pendakian. Sumber: Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor SE.1051/BBTNGGP/Tek.2/9/2020 #KementerianLHK #menlhk #klhk #ksdae #ksdaehebat #bbtnggp #tnggp #gedepangrango #cibodasbiospherereserve #biospherereserve #tamannasional #ayoketamannasional #pendakian #pendakianindonesia #wisata #cianjur #bogor #sukabumi #NewNormal #semangat #konservasi #lestari #indonesia

A post shared by TN Gede Pangrango Official (@tn_gedepangrango) on

Poppy Oktadiani mengatakan pendakian ke Gunung Gede-Pangrango kembali ditutup berdasarkan SK Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Terhitung Jumat, 11 September 2020 karena berbagai pertimbangan seperti jumlah kuota dan penerapan protokol kesehatan yang tidak maksimal.

Ia menjelaskan sejak kembali dibuka beberapa pekan terakhir, pihaknya memastikan tidak ada kuota pendaki yang dilanggar karena dari tiga pintu masuk pendakian dibatasi hanya 200 orang pendaki dengan total 600 orang perhari.

Namun beredar di media sosial video yang menyebutkan pendaki di TNGGP mencapai ribuan orang.

Share.