Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik - @nis.nisa29

#PendakiCantik – Gunung Slamet dikenal sebagai atap Jawa Tengah. Ada beberapa jalur resmi yang bisa kamu lalui untuk mencapai puncak gunung ini termasuk via Bambangan.

Memiliki ketinggian sekitar 3.428 mdpl, mencapai puncak Gunung Slamet menjadi impian bagi sekian banyak pendaki Indonesia.

Jika kamu salah satu dari sekian banyak pendaki tersebut dan berencana mendaki dalam waktu dekat, berikut Pendaki Cantik merangkum panduan mendaki Gunung Slamet via Bambangan.

1. Akses Menuju Basecamp Bambangan

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik – @salmadwinanda

Basecamp Bambangan yang terletak di Kutabawa, kecamatan Karangreja, Purbalingga ini bisa kamu capai menggunakan mobil sewaan dari Terminal Purwokerto.

Namun, jika kamu datang dari luar kota Purbalingga menggunakan kereta, kamu bisa minta dijemput di stasiun Purwokerto.

Perjalanan ke base amp Bambangan terbilang sedikit jauh dengan jalur terus menanjak. Tapi kamu tak perlu khawatir karena kondisi aspal jalan raya sudah sangat baik.

Memasuki desa Kutabawa, kebun-kebun sayur warga dan kegagahan gunung Slamet di kejauhan menjadi warming up di perjalanan sebelum pendakianmu dimulai.

2. Jalur Bambangan Paling Diminati

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik – @lusimaya15

Di antara beberapa jalur resmi untuk naik gunung Slamet, jalur Bambangan menjadi jalur pendakian paling diminati pendaki karena memiliki trek yang bersahabat.

Selain itu, base camp Bambangan juga terbilang mudah dijangkau oleh pendaki yang berasal dari luar kota.

Namun, jalur-jalur lain seperti jalur Guci di Tegal, Baturaden di Banyumas, Dipajaya di Pemalang, dan Kaligua di Brebes, juga perlu kamu coba selain via Bambangan.

3. Hutan Lebat Hingga Pos 9

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik – @anitarhy617

Tidak seperti gunung Semeru yang menghadirkan banyak “bonus” sepanjang jalur pendakian, kamu harus bersabar saat mendaki gunung Slamet.

Selama kamu belum tiba di Pos 9 atau Pos Plawangan, kamu hanya akan ditemani oleh lebatnya hutan hujan tropis, lengkap dengan medan pendakian yang terjal.

Jalur Bambangan memang dianggap sebagai jalur yang bersahabat bagi para pendaki, tetapi bukan berarti kamu terbebas dari tanjakan ekstrem. Fisik harus tetap prima.

Di jalur Bambangan itu pula kamu harus pandai mengelola air, sebab mata air yang tersedia hanya ada di Pos 5 atau Pos Samyang Rangkah.

4. Dapat Melihat Pesona Gunung Sindoro

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik – @pendakicantik_com

Setelah melewati Pos 9 atau Pos Plawangan, kamu akan disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat luar biasa karena sudah keluar dari hutan lebat.

Kamu bisa melihat alam bebas dengan leluasa tanpa terhalang oleh lebatnya pepohonan seperti sebelum melewati pos 9.

Selain itu, hal yang paling menarik pada bagian ini adalah kamu akan menyaksikan keindahan yang luar biasa dari kegagahan Gunung Sindoro Sumbing dari kejauhan.

5. Jalur Menuju Puncak Cukup Menantang

Panduan Mendaki Gunung Slamet via Bambangan
Foto: Pendaki Cantik – @anisamawarn

Perjalanan kamu sebenarnya bukan berarti selesai dengan pemandangan luar biasa tadi, perjalanan menuju puncak Gunung Slamet sejatinya jauh lebih menantang.

Selama menuju tujuan akhir yang disebut Puncak Surono, kamu akan melewati trek pendakian yang terdiri dari tanah berbatu yang cukup terjal.

Meski demikian, perjuanganmu tidak akan sia-sia ketika sudah sampai di atap Jawa tengah tersebut. Selain Gunung Sindoro Sumbing, kamu juga bisa melihat Gunung Ciremai meski hanya samar-samar.

Terakhit, jika tenagamu masih cukup kuat, sempatkan diri untuk turun ke bawah menuju menuju bibir kawah Segoro Wedi.

Namun, kamu perlu memastikan untuk tetap berhati-hati sebab kawah tersebut masih aktif mengeluarkan gas belerang.