Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula

Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula
Foto: Pendaki Cantik - @ukiwardoyo

#PendakiCantik – Gunung Bismo merupakan destinasi wisata pendakian yang terbilang cukup baru di Wonosobo, kamu perlu panduan agar bisa mendaki dengan nyaman di gunung tersebut.

Sama seperti gunung-gunung lainnya, agar bisa sampai ke puncak Gunung Bismo, kamu hanya perlu menuju basecam lebih dahulu untuk memulai pendakian.

Letak basecamp pendakian Gunung Bismo sendiri berada di Dusun Silandak, Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.

Jarak tempuh dari pusat Kota Wonosobo ke lokasi basecamp ini adalah sekitar 11 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 30 menit.

Transportasi yang Digunakan

Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula
Foto: Pendaki Cantik – @novfrdy_

Pendakian Gunung Bismo selalu dimulai dengan proses registrasi terlebih dahulu di basecamp dan melakukan briefing singkat sebelum memulai pendakian.

Tarif pendakian adalah Rp 15.000 per orang. Setelah siap berangkat, ada dua pilihan bagi pendaki, yakni naik ojek sampai menjelang atau langsung berjalan kaki. Tarif ojek adalah Rp 10.000 untuk siang dan Rp 15.000 untuk malam hari.

Jika naik ojek, maka perjalanan bisa lebih cepat sekitar 1,5 jam. Itu karena jalan menuju pos 1 masih berada di kawasan ladang penduduk sehingga bisa dilalui motor.

Nantinya ojek akan mengantar pendaki 100 meter menjelang pos 1. Ojek juga akan menunggu pendaki yang turun di sana.

Selain menghemat waktu, keuntungan lain naik ojek adalah juga menghemat energi dan membantu perekonomian masyarakat.

Rute Pendakian Gunung Bismo

Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula
Foto: Pendaki Cantik – @_sucirahmawidya

Rute pendakian mulai memasuki jalan setapak. Sekitar 100 meter dari batas ojek, sampailah perjalanan di pos I dengan shelter sederhana di sana.

Selepas pos I, perjalanan mulai memasuki kawasan semak dan hutan Gunung Bismo. Kondisi jalan meski menanjak, tingkat kemiringannya masih cukup mudah dilalui.

Perjalanan pun akhirnya sampai di Pos II, yakni hutan pakis. Sesuai namanya, terdapat banyak tanaman pakis di sana.

Perlu diketahui, tempat berkemah pendakian Gunung Bismo via Silandak hanya diizinkan di Pos II dan Pos IV.

Bahkan saat cuaca buruk seperti hujan atau badai, tempat berkemah hanya diizinkan di Pos II saja demi keselamatan pendaki. Usai Pos II, jalur pendakian masih berada di kawasan hutan yang cukup lebat.

Kondisi jalur tetap menanjak, tetapi masih dalam batas wajar. Pos III hanya berupa tanah datar yang tidak terlalu luas dengan dikelilingi semak belukar. Kondisi demikian membuat Pos III kurang pas untuk dijadikan lokasi berkemah.

Masuk Tanjakan Ekstrem

Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula
Foto: Pendaki Cantik – @dwilistii_

Sesampainya di Pos III, pendaki hendaknya mulai mempersiapkan diri karena jalur pendakian akan memasuki bagian paling sulit.

Akan banyak dijumpai tanjakan yang cukup terjal di antara Pos III menuju Pos IV. Beberapa di antaranya bahkan dipasangi tali rotan sebagai pegangan pendaki saat naik atau turun.

Pendaki juga akan melewati salah satu trek yang cukup unik bernama Terowongan Mesra. Sesuai namanya, jalur pendakian itu seperti terowongan karena tanaman yang cukup rimbun sehingga menyerupai terowongan.

Menjelang Pos IV, pendaki akan dihadapkan dengan tanjakan curam. Entah mengapa pengelola jalur pendakian menamainya dengan Tanjakan ginuk-ginuk yang dalam bahasa Indonesia berarti semok.

Tempat Berkemah

Panduan Mendaki Gunung Bismo untuk Pendaki Pemula
Foto: Pendaki Cantik – @widyafebimaharani_

Usai melewati Tanjakan Ginuk-ginuk, pendaki akan sampai di Pos IV Gunung Bismo via Silandak. Di sinilah tempat berkemah terbaik sebelum menuju puncak pada pagi hari.

Keindahan malam hingga matahari terbit Pos IV tidak hanya menjadi lokasi favorit berkemah karena lahan datar yang luas.

Panorama dari sana juga begitu indah, terutama ke arah timur dan tenggara yang tidak terhalang oleh pepohonan. Saat malam hari, gemerlap lampu Kota/Kabupaten Wonosobo di bawah Gunung Sindoro-Sumbing tampak begitu menawan.

Usai puas menikmati momen matahari terbit, maka perjalanan bisa dilajutkan menuju puncak. Tenda dan perlengkapan lain seperti kompor tidak perlu dibawa.

Cukup bawa barang-barang berharga dan logistik secukupnya di dalam tas kecil jika ada agar barang bawaan lebih ringan.