Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik - @vaniairwanti_

#PendakiCantik – Gunung Raung memiliki medan pendakian istimewa, mulai dari awal pendakian hingga jalur menuju puncak berupa tebing dan jurang yang ekstrem.

Pada umumnya pendakian ke gunung Raung melalui 3 jalur pendakian yaitu jalur Sumberwringin, Glenmore dan Kalibaru.

Jalur sumberwringin dan Glenmore hanya mencapai puncak Bayangan, sedangkan untuk mencapai puncak sejati jalur yang digunakan adalah melalui Kalibaru. Berikut ulasannya:

Jalur Pendakian via Kalibaru

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik – @derraeka

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru terletak di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kalibaru, Banyuwangi.

Jika berasal dari luar Banyuwangi, kamu bisa menggunakan kereta api tujuan Stasiun Kalibaru. Sesampainya di stasiun, kamu bisa naik ojek atau menyewa mobil untuk menuju base camp Kalibaru.

Setelah mempersiapkan segala kebutuhan di basecamp, kamu bisa segera memulai pendakian. Dari basecamp, kamu akan melewati perkebunan kopi milik warga dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 3 jam.

Bagi yang ingin mempersingkat waktu, kamu bisa naik ojek sampai Pos 1 yang berada di tengah kebun kopi. Di sana, terdapat pondok bambu yang bisa kamu jadikan tempat beristirahat.

Tak jauh dari pos, terdapat sungai yang biasa dimanfaatkan pendaki untuk mengisi ulang botol-botol air minum.

Selain sungai ini, kamu tak akan menemukan sumber air lain di sepanjang jalur pendakian Gunung Raung. Oleh karena itu, setiap pendaki diwajibkan membawa persediaan air minum yang cukup.

Masuk Hutan Lebat

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik – @oktfff

Selanjutnya, kamu akan kembali menyusuri perkebunan kopi hingga memasuki kawasan hutan lebat dengan medan berupa jalan tanah yang datar dan sedikit menanjak.

Kurang lebih 4 jam perjalanan, kamu pun akan tiba di Pos 2. Di pos ini, banyak pendaki memilih mendirikan tenda untuk beristirahat dan memasak makanan karena lelah dengan trek yang panjang dan menantang.

Setelah dari Pos 2, jalur pendakian akan semakin sulit dengan tanjakan yang cukup terjal.

Jalur tersebut hanya berupa jalan setapak sempit yang dikelilingi banyak tanaman semak berduri di sisi jalan. Pada rute ini, pendaki umumnya menghabiskan waktu 2 jam untuk sampai di Pos 3.

Selanjutnya, kamu masih harus berjalan hingga Pos 4 dan Pos 5. Meski jalur pendakian semakin menanjak, jarak antar pos tersebut tergolong cukup dekat.

Jalur Pendakian Terjal

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik – @reniyuliaoriza

Menuju Pos 6, kamu harus lebih fokus dan berhati-hati karena terdapat jurang di sisi kanan dan kiri jalur pendakian. Medan pendakian pun berubah menjadi trek terjal yang dikelilingi hutan rimbun.

Sesampainya di Pos 6, kamu bisa beristirahat dan mendirikan tenda sambil melihat pemandangan indah dari atas bukit.

Bila merasa telah beristirahat cukup, kamu pun bisa segera memulai summit (pendakian ke puncak). Dari rute ini, kamu akan terlebih dahulu menemui Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, hingga terakhir Puncak Sejati sebagai Puncak tertinggi.

Untuk sampai di setiap puncak tersebut, hanya ada satu jalur yang bisa dilalui. Jalur tersebut sangatlah ekstrem karena hanya berupa jalan setapak dengan jurang di sisi kanan dan kirinya.

Di sinilah pendakian Gunung Raung via Kalibaru membutuhkan peralatan keselamatan yang memadai serta keahlian climbing yang baik.

Via Sumber Wringin

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik – @yvndaa

Rute pendakian via Sumber Waringin merupakan satu-satunya jalur pendakian melalui Bondowoso. Basecamp-nya terletak di Desa Sumber Wringin, Wonosari, Bondowoso.

Jalur ini merupakan jalur yang paling sering dipilih pendaki sebelum adanya jalur Kalibaru yang baru dibuka awal tahun 2000.

Untuk sampai di basecamp, kamu bisa mengarahkan kendaraan menuju Wonosari hingga sampai di pertigaan Gardu Atta.

Dari pertigaan, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Desa Sumber Waringin sebagai titik awal pendakian Gunung Raung.

Pendakian Gunung Raung via Sumber Wringin dimulai dengan melalui perkebunan kopi milik warga menuju Pondok Motor (Pos 1).

Perjalanan ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan berjalan kaki. Untungnya, kamu bisa naik ojek menuju Pos 1 untuk mempersingkat waktu, sekaligus menghemat energi.

Lalu, kamu akan melalui berbagai medan, seperti ladang warga, kebun kopi, semak ilalang, hingga hutan yang rimbun untuk sampai di Pondok Sumur (Pos 2).

Teruslah berjalan mengikuti jalan setapak yang ada hingga melewati Pondok Tonyok (Pos 3) dan Pondok Demit (Pos 4). Nantinya, kamu bisa beristirahat dan mendirikan tenda di Pos 4 sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Pondok Mayit (Pos 5).

Jalur Ekstrem

Panduan Melewati Dua Jalur Pendakian Gunung Raung
Foto: Pendaki Cantik – @vaniafirdaus

Lanjutkanlah pendakian menuju Pondok Angin (Pos 6) dengan melewati trek yang semakin berat. Dari pos inilah kamu bisa melakukan summit melalui jalur yang ekstrem.

Kamu harus melewati jalan setapak dengan jurang di sisi kanan dan kiri jalur. Meskipun begitu, puncak bisa diraih tanpa harus menggunakan peralatan climbing.

Selain itu, salah satu daya tarik jalur pendakian Gunung Raung via Sumber Kringin adalah pendaki bisa langsung sampai di Puncak Sumber Wringin yang berada di seberang Puncak Sejati Gunung Raung.

Kamu pun bisa melihat kaldera dan kawah gunung yang indah. Hal ini berbeda dengan jalur pendakian via Kalibaru, di mana pendaki hanya akan bertemu Puncak Bendera setelah melewati pos terakhir.