#PendakiCantik – Gunung Merapi kembali erupsi malam ini. Awan panas guguran erupsi Gunung Merapi mengarah ke sektor barat daya.

Menurut keterangan Kepala BPPTKG, Hanik Humaida guguran awan panas Gunung Merapi terjadi pada Sabtu (27/2/2021) malam sekitar pukul 19.56 WIB.

Ia menjelaskan awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 milimeter dan durasi 99 detik. Dengan durasi itu estimasi jarak luncur 1.000 meter ke arah barat daya.

Asap Kawah Terus Keluar

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DongengGeologi (@dongenggeologi)

Lebih lanjut, berdasarkan laporan pengamatan hari ini pukul 12.00 hingga 18.00 WIB teramati asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 300 meter di atas puncak Gunung Merapi.

BPPTKG juga mencatat kegempaan Merapi selama periode enam jam. Hasilnya ada 28 kali gempa guguran dan 2 kali gempa hembusan.

Teramati 1 kali guguran dengan jarak luncur 600 meter ke arah barat daya. Hal tersebut membuat status Gunung Merapi berstatus siaga.

Oleh karena itu, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Penambangan Dihentikan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Info G Merapi (@info_gunungmerapi)

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Share.