#Pendakicantik – Sendirian, tidak ada yang atur dan bebas melakukan apa saja tanpa terikat dengan orang lain. Pengalaman semacam ini sering kali dialami oleh seseorang yang memilih untuk mendaki gunung sendirian atau solo hiking.

Pada dasarnya mendaki gunung sendirian itu wajar dan lumrah, tetapi karena tidak bisa menjamin apakah aman atau tidak maka solo hiking ini akrab dengan resiko yang tidak terduga.

Kendala apapun selama dalam perjalanan mendaki menjadi sesuatu yang harus diselesaikan sendirian tanpa bantuan dari teman seperjalanan.

Meski demikian, terlepas dari sekian banyak kendala yang dihadapi, melakukan solo hiking akan membawa kamu kepada pengalaman dan cerita baru yang tidak bisa didapatkan saat mendaki secara berkelompok.

Mengingat mendaki gunung itu bukan hanya soal kehendak untuk mencapai puncak melainkan sebagai sebuah cara menaklukan diri sendiri,

maka pelajaran selama solo hiking akan sangat membantu kamu menjadi pribadi yang lebih baik.

Berikut beberapa pelajaran berharga yang akan kamu dapatkan ketika memilih untuk melakukan solo hiking.

Survival

Solo Hiking, Asyik Tapi Bukan untuk Coba-Coba
Foto: Instagram/@desyynd

Bagi seseorang yang sudah malang melintang di dunia pendakian, akan terasa tidak lengkap apabila belum menjajal aksi solo hiking.

Solo hiking bagi mereka sarat akan tantangan, karenanya dibutuhkan begitu banyak keahlian agar bisa mewujudkannya.

Membaca peta dan melihat kompas merupakan salah satu syarat utama dan menjadi keahlian wajib yang harus dimiliki oleh siapa saja yang hendak melakukan solo hiking.

Menentukan titik tembak dan titik balik saat membidik kompas tak semudah membalikkan telapak tangan, meleset beberapa inci saja sudah sangat fatal untuk perjalanan selanjutnya.

Tanpa petunjuk arah, hanya menggunakan kompas dan peta menjadi tantangan tersendiri bagi para penyuka tantangan dalam melakukan hal tersebut terutama jika ingin membuat jalur baru.

Mandiri

Solo Hiking, Asyik Tapi Bukan untuk Coba-Coba
Foto: Instagram/@_hellosyaa

Saat melakukan solo hiking, pendaki akan merasakan bagaimana mendaki tanpa harus merepotkan seorang teman seperjalanan atau saling tunggu-menunggu.

Kamu bisa menentukan tujuan kamu sendiri sendiri tanpa harus mengejar waktu atau segala tetek-bengeknya, meski hal itu bukan berarti bahwa kamu boleh seenaknya dalam melakukan perjalanan.

Tetap fokus untuk tujuan utama. Solo hiking membuat kamu bebas menentukan ritme perjalananmu sendiri.

Ketenangan

Solo Hiking, Asyik Tapi Bukan untuk Coba-Coba
Foto: Instagram/@ronazanatulatifah

Ketenangan atau dalam bahasa yang lebih bersahabat biasa di sebut “syahdu” akan menjadi buah yang akan dipetik saat melakukan pendakian tanpa ada kawan seperjalanan.

Meski definisi tenang bagi sebagian orang berbeda-beda, namun ketenangan yang dihasilkan dari solo hiking memiliki nilai yang berbeda dengan model pendakian berkelompok.

Dengan demikian, seorang solo hiking akan dapat dengan mudah mampu memenuhi hasrat dan panggilan jiwa mereka.

Penting untuk dipertimbangkan

Solo Hiking, Asyik Tapi Bukan untuk Coba-Coba
Foto: Instagram/@putriasliindonesia

Terlepas dari apapun keuntungan yang kamu dapat ketika memilih melakukan solo hiking seperti uraian di atas, ada yang perlu dicamkan baik-baik.

Ingatlah, bahwa jika memang sudah terpaksa atau benar-benar serius ingin melakukan pendakian seorang diri, kamu harus benar-benar bisa melawan segala rasa takut.

Terutama saat harus berhadapan dengan hal-hal tidak terduga seperti bertemu hewan liar, tersesat, atau bahkan bertemu dengan makhluk halus.

Bukan untuk Coba-Coba

Jadi, sadar akan potensi melakukan solo hiking itu rentan terhadap beberapa resiko tersebut, pertimbangkanlah bahwa solo hiking itu asyik.

Tetapi, jangan dilakukan jika kamu bukan pendaki berpengalaman dan hanya untuk coba-coba.

 

Share.