#PendakiCantik – Selain Tenzing Norgay yang berhasil mengantar Edmund Hillary menaklukkan gunung Everest untuk pertama kalinya di dunia tahun 1953, Nepal juga memiliki seorang pemandu wanita yang hebat bernama Pasang Lhamu Sherpa Akita.

Cerita tentang Akita muncul ke ruang publik setelah National Geographic menobatkannya sebagai “2016 People Choice Adventurer” beberapa tahun lalu.

Apa yang membuat kisah Akita menarik perhatian publik?

Lhamu Sherpa Akita, Pemandu Wanita Hebat di Gunung Everest
Foto: Instagram/@pasang_lhamu_sherpa_akita

Adat istiadat Nepal masih menganggap bahwa wanita lebih baik bekerja di dalam ruangan daripada menjadi pemandu pendakian.

Pasang Lhamu Sherpa Akita, seorang pendaki wanita berkebangsaan Nepal yang bekerja sebagai pemandu para pendaki Everest, muncul di tengah-tengah stereotype tersebut.

Sherpa Pasang Lhamu Akita lahir di balik bayang-bayang Everest 31 tahun silam. Ketika dia berumur 15 tahun, dia ditinggalkan kedua orang tuanya dan harus menjaga seorang adik perempuan berumur 6 tahun.

Ditinggal Kedua Orangtua

Lhamu Sherpa Akita, Pemandu Wanita Hebat di Gunung Everest
Foto: Instagram/@pasang_lhamu_sherpa_akita

Kehilangan orang tua dan harus berperan sebagai tulang punggung keluarga tak lantas menghentikan semangatnya. Setelah musibah gempa yang mengguncang Nepal pada April 2015 silam, dia ikut membantu proses pemulihan Nepal akibat gempa.

Pasang Lhamu juga merupakan salah seorang pendaki wanita Nepal dari 2 wanita pertama yang sukses menyelesaikan pendakian Gunung K2, gunung yang disebut sebagai gunung paling berbahaya di dunia.

Ketika Pasang Lhamu berumur 19 tahun, dia memulai karir sebagai murid di sekolah pendakian di Khumbu Climbing Center (KCC).

Pengakuan KCC

Lhamu Sherpa Akita, Pemandu Wanita Hebat di Gunung Everest
Foto: Instagram/@pasang_lhamu_sherpa_akita

KCC merupakan sekolah pertama yang mengajarkan pendidikan pendakian formal untuk warga Nepal. Lulus dari sana, dia menjadi instruktur pendaki wanita Nepal pertama.

Pendiri KKC, Conrad Anker, menuturkan bahwa Pasang Lhamu memiliki skill yang sangat tinggi saat mendaki.

Lebih dari itu, dedikasinya kepada rakyat Nepal yang terus membantu pemulihan setelah gempa bumi 2015 silam, menjadikan Pasang Lhamu layak untuk dijadikan panutan bagi warga Nepal dan pendaki wanita lainnya.

Dipuji Tenzing Norgay

Lhamu Sherpa Akita, Pemandu Wanita Hebat di Gunung Everest
Foto: Instagram/@pasang_lhamu_sherpa_akita

Norbu Tenzing Norgay yang merupakan Wakil Presiden di American Himalaya Foundation menambahkan bahwa Pasang Lhamu tidak mendaki untuk kesenangan pribadinya, dia melakukannya untuk terus mendukung komunitasnya.

Tenzing bahkan memujinya dengan menyebutkan bahwa suku Sherpa sangat bangga dengan penghargaan yang diterima Akita tersebut.

Menjadi seorang pendaki sekaligus pemandu bukan pekerjaan yang mudah bagi Akita. Profesi mendaki gunung masih dianggap sebagai pekerjaan pria.

Keraguan yang Sering Muncul

Lhamu Sherpa Akita, Pemandu Wanita Hebat di Gunung Everest
Foto: Instagram/@pasang_lhamu_sherpa_akita

Tidak mudah menerima wanita yang bekerja sebagai pemandu di lingkungan masyarakat ia tinggal. Wanita di Nepal didorong untuk bekerja di dalam ruangan, misalnya; bekerja sebagai perawat, guru yang mana lebih mudah untuk diterima lingkungan sosial.

Laki-laki Nepal yang mengenal keahlian pendakian Pasang dan wanita pendaki lain akan menghormati mereka. Namun, jika tak pernah mengetahui kemampuan mereka, para laki-laki akan meragukan kekuatan mereka.

Share.