#PendakiCantik – Legalitas pendakian Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur kembali dipertanyakan setelah ditutup selama beberapa waktu belakangan ini.

Pendakian Gunung Piramid ditutup setelah seorang remaja jatuh ke jurang dan tewas beberapa waktu lalu. Hal ini membuat wisata pendakian Bondowoso kehilangan daya tarik.

Pada dasarnya hingga saat ini aktivitas pendakian ke Gunung Piramid belum diperbolehkan oleh Pemkab Bondowoso maupun Perhutani.

Ketidakjelasan siapa yang menjadi pengelola jalur pendakian membuat siapa saja bisa mendaki gunung tersebut tanpa pengawasan.

Kepastian Legalitas Dipertanyakan

Legalitas Pendakian Gunung Piramid Kembali Dipertanyakan
Foto: Pendaki Cantik – @duwiwrd_

Salah satu pegiat alam di Gunung Piramid sekaligus sebagai pemandu wisata gunung, Pakabon mempertanyakan kapan kepastian presmian pendakian sebagai wisata minat khusus.

Hal ini bukanlah tanpa alasan. Menurut dia, jika tidak ada kepastian peresmian wisata pendakian, nantinya makin banyak orang yang melakukan pendakian secara liar.

Pakabon mengambil contoh dua kasus yang terjadi sebelumnya digunung tersebut. Oleh karena itu, Pakabon berharap agar pendakian Gunung Piramid bisa segera dilegalkan.

Lanjut dia, sebelum insiden kedua pendaki meninggal di Gunung Piramid, pihaknya sudah berdiskusi dengan KPH Perhutani Bondowoso.

Tak hanya itu, ia mengaku juga telah diundang oleh Dinas Pariwisata Bondowoso untuk berdiskusi terkait legalisasi pendakian Gunung Piramid. Tetapi hingga hari ini, info tersebut tidak lagi dibahas.

Pemerintah Tutup Mata

Legalitas Pendakian Gunung Piramid Kembali Dipertanyakan
Foto: Pendaki Cantik – @nurii.hidayati

Pakabon menilai bahwa ketidakjelasan mengenai status aktivitas pendakian di Gunung Piramid merupakan tanda pemerintah setempat tutup mata.

Ia khawatir, apabila hal tersebut tidak segera diindahkan maka bukan tidak mungkin di masa mendatang akan ada banyak aktivitas pendakian liar disana.

Bukan baru saat ini saja, ia bersama pegiat alam Gunung Piramid mengaku sudah menyuarakan perihal legalisasi sejak bulan Januari, tetapi hasilnya nihil.

Pakabon melanjutkan, apa yang terjadi saat ini sama dengan insiden pertama. Saat itu, gunung ditutup sementara, tetapi tidak ada tindak lanjut.

Menunggu MoU Pemerintah

Legalitas Pendakian Gunung Piramid Kembali Dipertanyakan
Foto: Pendaki Cantik – @deviardii_

Pada pertemuan terakhir bersama dengan Perhutani dan Dinas Pariwisata Bondowoso, kata dia, para pegiat alam mengatakan sepakat untuk legalisasi pendakian.

Hasil kesepakatan tersebut hanya tinggal menunggu Surat Perjanjian Kerja Sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Perhutani dan Dinas Pariwisata Bondowoso.

Ia juga menjelaskan bahwa jalur pendakian Gunung Piramid memang salah satu yang berbahaya di Jawa. Meski begitu, saat ini hanya ada pengaman di beberapa titik rawan.

Selain itu, jalurnya sangat panjang, yakni 1,5 kilometer. Oleh karena itu, sambung Pakabon, legalisasi harus memiliki syarat dan ketentuan berlaku agar wisata pendakiannya tetap aman.

Ekstremnya jalur pendakian Gunung Piramid

Legalitas Pendakian Gunung Piramid Kembali Dipertanyakan
Foto: Pendaki Cantik – @dellasafira4377

Pendakian Gunung Piramid terbilang berbahaya, karena trek yang terjal dan terbilang cukup miring. Kemiringannya pun hingga 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak.

Jalur pendakian menuju puncak tidaklah mudah. Selain miring, medannya pun cukup sulit. Jalur yang harus dilewati pendaki merupakan jalur setapak dengan trek bebatuan dan berpasir.

Jika dari batas vegetasi jalur pendakian sangat sempit dan panjang. Tak hanya itu, pemandangan di kanan dan kiri berupa jurang curam.

Jika salah perhitungan atau salah melangkah, bisa berakibat fatal.

Share.