Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut
Foto: Pendaki Cantik -

Pendakicantik.com – Sebuah kisah nyata tentang seorang pendaki Gunung Salak yang meninggal saat mendaki di gunung yang penuh misteri ini.

Setiap kisah tentang pendaki dan gunung Salak selalu menarik untuk disimak dan bisa dijadikan pengalaman buat para pendaki lain.

Baca Juga: Mendaki Gunung: Olahraga Ekstrem yang Dapat Membakar Kalori

Kali ini sebuah kisah yang diceritakan Wulan yang pisah dengan kekasihnya, Agung karena meninggal dunia di Gunung Salak pada 2014 silam.

LOE HARUS NONTON INI!! CINTA YG TERPISAHKAN OLEH MAUT DI GUNUNG SALAK (1) #OMMAMAT

Kisah nyata ini sempat viral di media sosial dan berbagai media pemberitaan tentang kisah dua mahasiswa yang meninggal di Gunung Salak.

“Sempat ramai di media dua mahasiswa meninggal di Gunung Salak, sisanya (rekan-rekannya) luka-luka,” tutur Wulan dikutip dari Channel YouTube RJL 5, Sabtu (12/10/2022).

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut

Wulan mengungkapkan bahwa ini merupakan kisah cinta pertama dan terakhir dengan sang kekasih, Agung yang meninggal di Gunung Salak. Kisah nyata tentang apa yang dialaminya.

Baca Juga: Perlengkapan Mendaki yang Harus Dibawa Saat Musim Penghujan

Firasat dan Pertanda : Kirim Lagu Pasto ‘Aku Pasti Kembali’

“Jadi putusnya karena maut, dia nggak pernah pacaran, saya cinta pertama dan terakhirnya dia,” ujar Wulan.

Setelah Agung meninggal, Wulan mengatakan bahwa dirinya terus diikuti oleh arwah kekasihnya yang sudah meninggal di Gunung Salak.

“Iya diikutin tiga hari berturut-turut,” tuturnya.

Wulan menceritakan kisah nyata pendaki Gunung Salak ini dialami langsung kekasihnya bernama Agung.

“Dia pelatihan di Gunung Gede selesai, kemudian pelatihan lagi di Gunung Salak untuk dapatkan slayer,” ungkap Wulan.

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut
Foto: Pendaki Cantik –

Sebelum mulai, kata Wulan, kekasihnya belum berangkat ke Gunung Salak sudah minta pulang tak jelas alasannya apa.

“Dia sempat kirim FN lagu Pasto (berjudul) Aku Pasti Kembali, dia nyanyi dari awal sampai akhir,” ungkap Wulan mengenang kekasihnya.

“Aku nanya kenapa kirim lagu ini, dijawab aku takut nggak pulang,” katanya.

Kemudian, kata Wulan, kekasihnya itu sempat minta dirinya ganti foto profil atau display picture (DP) Blackberry Messenger (BBM).

“Dulu kan masih pakai BBM, kamu ganti dong DP nya biar sama kayak aku,” kata Wulan menceritakan permintaan kekasihnya.

Menurutnya, firasat aneh itu terjadi satu hari sebelum kejadian berangkat ke Gunung Salak.

“Dia berpesan ‘kamu dengerin terus ya lagu (Pasto)’, aku nggak mau dengerin teruslah orang kamu pulang,” kata Wulan.

Baca Juga: Tips Aman Lakukan Pendakian di Malam Hari; Tidak Direkomendasikan untuk Pemula

Mimpi Kekasih Meninggal dan Pakai Kain Kafan

Selanjutnya, sang kekasih mengabarkan bahwa dirinya siap berangkat ke Gunung Salak.

“Dia pakai kemeja gue di kirim fotonya, dia rapih emang sehat, peserta pelatihannya kurang lebih 10 orang,” katanya.

Hari pertama pelatihan, almarhum pamit ke Wulan dan cerita bahwa handphone semuanya dikumpulin panitia. Wulan mengatakan bahwa kekasihnya itu akan mengabarkan saat sudah selesai.

“Hari pertama dia jalan, gue nunggu kabar juga nggak bisa, gue kumpul sama teman-teman gue, gue mimpi, gue mimpi almarhum meninggal,” ungkap Wulan.

“Terus kata teman-teman gue, berarti panjang umur, kalau mimpi orang meninggal itu katanya panjang umur,” ungkapnya.

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut
Foto: Pendaki Cantik –

Menurutnya, di dalam mimpi itu benar-benar seperti nyata almarhum sudah pakai kain kafan.

“Gue ngomong sama teman-teman gue, jelas banget mimpinya almarhum pakai kain kafan,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa temannya minta didoakan saja soalnya sang kekasih sedang pelatihan.

Setelah mimpi itu, Wulan mengaku sakit selama dua hari. Tak hanya dirinya, tapi sekeluarga sakit.

“Gue, bokap gue, nyokap gue sakit, demam meriang, hujan badai parah,” ungkapnya.

Tibalah hari minggu dan Wulan mengaku senang karena kekasihnya akan pulang.

“Sampai pas pakai handuk mau mandi, tiba-tiba teman gue ngabarin ‘Lan udah ada kabar belum dari Agung’, dia ngabarinya ketawa-ketawa loh,” ujar Wulan.

“Nggak ada kabar! gue jawab, ‘oh ya udah’ dimatiin tuh handphone,” kata Wulan.

Baca Juga: Sumatera: Pulau yang Kaya akan Keindahan Panorama Alam juga Flora dan Fauna

“Gue coba telponin almarhum juga belum aktif (handphonenya), karena kan handphone masih dikumpulin kan feeling gue,” kata Wulan.

Akhirnya Wulan mencoba menghibur diri dan positif thinking bahwa kekasihnya akan memberi kabar setelah pulang dan tiba di kampus.

“Terus temen gue yang ini telepon lagi, sambil ketawa-ketawa lagi, ‘lan udah ada kabar belum’ saya bilang belum, ‘oh ya udah deh’ dimatiin lagi,” kata Wulan.

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut
Foto: Pendaki Cantik –

Dapat DM di Twitter Berita Agung Meninggal

Kemudian Wulan inisiatif membuka Twitter, ada yang mengirim pesan.

“Dia nge DM gw di Twitter bilang gini ‘Kak Wulan ya pacarnya Kak Agung, mau ngabarin kak, Agungnya meninggal,” tutur Wulan.

Baca Juga: Sumatera: Pulau yang Kaya akan Keindahan Panorama Alam juga Flora dan Fauna

Lantas Wulan masih belum percaya, sebab almarhum saat masih hidup berjanji akan pulang.

“Hah Agung meninggal, nggak ah, orang dia bilang mau pulang,” ucap Wulan seraya menangis.

“Terus teman gue ini ngabarin lagi menelpon, ‘lan udah dengar kabar’ udah iya Agung meninggal, ‘iya gua tahu, gua siap-siap dulu ya’,” kata Wulan.

Saat itu juga semua teman-teman Wulan menjemputnya untuk menuju rumah duka.

“Gua nangis, gua nangis, mana gua lagi sakit, gua dijemput teman-teman,” ucapnya.

Sebuah Kisah Nyata Pendaki Meninggal di Gunung Salak; Cinta Dipisahkan Maut
Foto: Pendaki Cantik –

Bersambung …