Kisah Bertemu Kakek Penjaga Hutan di Gunung Singgalang

Kisah Bertemu Kakek Penjaga Hutan di Gunung Singgalang
Foto: Pendaki Cantik - @suherli_erfina

#PendakiCantik – Sebuah kisah mistis dialami oleh lima orang pendaki di Gunung Singgalang, Sumatra Barat. Saat tersesat mereka bertemu kakek penjaga hutan.

Cerita tersebut terjadi pada tahun 2002 ketika cuaca di Gunung Singgalang sangat ekstrem membuat mereka terpaksa kehilangan arah dan tersesat di jalur pendakian.

Salah satu orang dari kelima pendaki tersebut kemudian berinistiatif untuk membuat tanda karena ia merasa mereka tidak pernah berpindah melainkan tetap berada di tempat yang sama.

Kecurigaan itu ternyata benar. Berulang kali tanda yang dibuatnya di dahan pohon ditemui membuat mereka sadar bahwa mereka benar-benar sedang tersesat.

Mulai Berdoa

Kisah Bertemu Kakek Penjaga Hutan di Gunung Singgalang
Foto: Pendaki Cantik – @alvianaad

Semula mereka tidak bercerita satu sama lain bahwa ada sesuatu yang aneh dalam perjalanan tersebut. Lama kelamaan mereka sadar dan berhenti mencari jalan.

Salah satu dari antara pendaki itu kemudian mengingatkan teman-temannya untuk berhenti dan merenungkan apa yang telah mereka perbuat hingga mengalami kesulitan.

Setelah berunding, mereka kemudian memutuskan untuk berdoa dan meminta maaf apabila perjalanan mereka telah mengganggu makhluk halus di Gunung Singgalang.

Mereka berdoa sambil menangis dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka pun berjanji bahwa apabila selamat, semua uang yang tersisa di saku mereka akan disumbangkan ke Masjid.

Bertemu Sepasang Kekasih

Kisah Bertemu Kakek Penjaga Hutan di Gunung Singgalang
Foto: Pendaki Cantik – @resinovitaaa

Usai berdoa, mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Namun, mereka dikejutkan karena berjumpa sepasang kekasih yang sedang asyik duduk di pinggir jalan kecil di bawah pohon tepat berada di jalur pendakian.

Jalur yang kecil otomatis posisi duduk dua orang itu menghalangi para pendaki itu. Mereka langsung mengucapkan salam tapi sepasang kekasih ini diam saja dengan posisi menunduk. Salah satu temannya sampai memohon maaf.

Kemudian Ielakinya berdiri dan berkata kalian mau kemana? Kami menjawab. Mau turun ke bawah, lalu wanita yang duduk berkata lewat di sini aja sambil mununjuk sebelah kiri.

Dia menambahkan kalau ada jalan memotong lewat tempat itu dan akan bertemu rumah besar jika masih ragu dengan jalan yang ditunjuknya.

Salah seorang teman mengucapkan terima kasih sambil berkata bahwa mereka memilih jalur lurus lewat jalan biasa. Mereka tersadar bahwa jalur sebelah kiri adalah jurang.

Bertemu Kakek Tua

Setelah berjalan sebentar mereka kembali dikejutkan karena berjumpa dengan satu orang kakek tua yang konon disebut sebagai penunggu hutan.

Dia berjalan mengarah mereka tanpa alat penerangan. Kepada kakek itu mereka bertanya soal jalan untuk turun dan sang kakek meminta mereka lurus saja dan tidak berbelok kemana-mana.

Akhirnya semua lancar dan menjelang waktu subuh mereka telah tiba di suatu masjid. Dan langsung mereka pun bersedekah dan menunggu persiapan sholat subuh.

Mereka juga mencari informasi dari penduduk sekitar perihal yang telah menimpanya selama di Gunung Singgalang.

Menurut orang kampung, salah satu orang di antara mereka telah kencing di aliran air saat maghrib sementara ada makhluk lain yang sedang mandi. Itu membuat mereka kesulitan.