Keren, Ini Makna Mendaki Gunung Menurut Pendaki Disabilitas

#PendakiCantik – Seorang pendaki disabilitas daksa bernama Sutardy Mayore memiliki pandangan tersendiri soal makna di balik keputusannya saat mendaki gunung.

Sutardy merupakan salah satu pendaki disabilitas yang sudah berhasil menaklukkan banyak gunung di Indonesia. Terakhir dia berhasil mendaki Gunung Klabat di Sulawesi Utara.

Cerita pendakian Sutardy berawal pada 2013 ketika ia memutuskan untuk bekerja di sebuah rumah makan di Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Setiap pulang kerja dan setiap bangun tidur pria 28 tahun ini sering memandangi Gunung Klabat. Kebetulan, kos-kosannya menghadap langsung ke gunung tersebut.

Mendaki Bersama Teman-Teman

Keren, Ini Makna Mendaki Gunung Menurut Pendaki Disabilitas
Foto: Pendaki Cantik – @sutardy.mayore

Dalam seminar daring bersama Konekin yang dilakukan pada Kamis (18/2/2021) lalu, Sutardy bercerita tentang bagaimana dirinya berdiskusi dengan teman-temannya sebelum mendaki.

Hal ini dilakukan karena mereka sering mendaki gunung dan ia ingin mereka membantunya mendaki hingga ke puncak Gunung Klabat tersebut.

Awalnya, keadaan fisik Sutardy yang hanya memiliki satu kaki memicu keraguan bagi teman-temanya. Namun, ia memberi dorongan dan meyakinkan mereka untuk tidak membatasi keinginannya.

Karena kegigihannya tersebutlah yang membuat rekan-rekannya tergerak untuk mewujudkan permintaan Sutardy.

Pendakian pun berhasil dilakukan, pria yang akrab disapa Tardy ini mengaku rasanya sama saja dengan orang non disabilitas.

“Mungkin yang dirasakan teman-teman non disabilitas rasa sakitnya 50 persen, kalau saya 70 persen lah rasa lelahnya atau rasa sakitnya karena kekurangan fisik saya” ungkapnya melansri Liputan6.com.

Bukan Menaklukan Tapi Menyatu dengan Alam

Keren, Ini Makna Mendaki Gunung Menurut Pendaki Disabilitas
Foto: Pendaki Cantik – @sutardy.mayore

Keberhasilannya mendaki Gunung Klabat yang memiliki ketinggian 1995 MDPL tidak serta merta membuatnya berpikir bahwa ia mampu menaklukkan gunung.

“Bukan menaklukan, gunung itu tidak bisa ditaklukkan tapi kita bersahabat dengan gunung dan alam, kita menyatu lah dengan mereka sehingga alam juga memberikan kekuatan kepada kita.”

Pendakian tersebut membawa Tardy pada pendakian-pendakian berikutnya. Pendakian terbarunya berlangsung di Gunung Soputan, Sulawesi Utara, dengan ketinggian 1.784 MDPL bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020.

Kecintaan terhadap alam juga membawanya ke Forum Komunikasi Pencinta Alam Sulawesi Utara.

Di sana, Tardy melakukan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam seperti pembersihan sungai dan pembersihan pantai.

“Mari menjaga alam ini agar tetap seimbang, alam itu bisa berkembang tanpa manusia tapi manusia tidak bisa berkembang tanpa alam,” tutupnya.*

Terkini