#PendakiCantik – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang gadis bernama Issy Maclay yang rela mendaki hingga setinggi Gunung Everest untuk membantu pengobatan ayahnya.

Issy, gadis berusia 13 tahun itu berani melakukan hal tidak terduga untuk orang yang disayanginya. Dia rela berkorban mengumpulkan uang agar bisa melihat ayahnya sehat kembali.

Melansir situs Metro, ayah Issy yang tengah melakukan perawatan penyakit tumor otak di Southampton Hospital membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannya, sehingga Issy memutuskan untuk melakukan pendakian.

Berjuang untuk Ayah

Issy Maclay, Mendaki Everest untuk Biaya Pengobatan Sang Ayah
Foto: Pendaki Cantik – Web/detik.com

Sebelumnya, Issy sudah pernah mendaki setinggi 8,8 km. Kali ini, demi mendapatkan sekitar Rp 144 juta untuk stimulator kortikal, Issy akan melakukan pendakian keduanya.

Uniknya, pendakian yang dilakukan oleh Issy bukanlah di gunung, melainkan di tangga rumahnya sendiri, mengingat aturan isolasi diri yang masih diberlakukan demi melawan pandemi Corona.

Setiap harinya, Issy bisa menaiki tangga hingga 109 kali dan bersepeda serta berjalan menanjak. Issy mengatakan bahwa dia akan terus melakukan hal itu selama sebulan atau lebih.

Terinspirasi dari Sang Kakak

Issy Maclay, Mendaki Everest untuk Biaya Pengobatan Sang Ayah
Foto: Pendaki Cantik – Twitter/@willcarling

Untuk biaya pengobatan tersebut, Issy ternyata tidak sendirian. Saudara lelakinya telah melakukan sebuah kegiatan amal untuk membantu sang ayah.

Hal ini kemudian membuat Issy tidak berdiam diri atau berpangku tangan. Dia kemudian tergerak untuk menunjukkan kasih sayang dan kepeduliannya kepada sang ayah dengan mendaki gunung.

“Saat isolasi diri, saya merasa banyak memiliki waktu dan karena saudara lelaki saya telah melakukan sesuatu untuk amal tumor otak (ayah-red), maka saya juga ingin melakukan sesuatu untuk menunjukkan kepedulian saya,” kata Issy.

Ayahnya Mensupport dengan Bercerita

Issy Maclay, Mendaki Everest untuk Biaya Pengobatan Sang Ayah
Foto: Pendaki Cantik – Web/suara.com

Issy mengatakan bahwa pendakian pertamanya membutuhkan waktu selama 21 hari. Selama melakukan aksinya itu, Issy juga dibantu oleh sang ayah yang membacakan buku untuknya dengan suara keras.

Hal itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian Issy dari rasa sakit dan pegal karena memanjat terlalu banyak tangga.

Sampai kemarin, kabarnya Issy telah berhasil memanjat setinggi 4,3 km, artinya dia hampir berada di base camp jika disamakan dengan pendakian di Gunung Everest.

Apa yang dilakukan oleh Issy sangatlah menginspirasi. Jika kamu terinspirasi, mari mulai berbuat baik. Sebab, sekecil apapun yang kita berikan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya.*

Share.