Pendakicantik.comGunung selain sebagai tempat untuk di ekplorasi dengan semua keindahan alam dan keanekaragaman hayatinya dan Hari Gunung Internasional.

Ternyata gunung juga merupakan tempat sumber air yang berasal dari mata air yang merupakan air yang sudah layak untuk dikonsumsi karena mengalami purifikasi secara alami (self purification).

Baca Juga: Gunung Everest: Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menaklukkannya

Gunung bisa dipastikan sebagai menyediakan air tawar untuk kehidupan sehari-hari bagi separuh populasi umat manusia.

Pada tanggal 11 Desember telah disepakati oleh PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) bahwa hari itu ditetapkan sebagai Hari Gunung Internasional atau International Mountain Day yang disepakati juga oleh Food Agriculture Organization (FAO). Sejarahnya, peringatan Hari Gunung Internasional ini diawali pada tahun 1992.

Baca Juga: Letusan Gunung Mauna Loa yang Unik Dikenal Sebagai Air Mancur Api

Hari Gunung Internasional 11 Desember, Fakta Keberadaan Gunung Sangat Penting

Saat itu, PBB menggelar sebuah konferensi dengan tema “Pengelolaan Ekosistem yang Rapuh: Pembangunan Gunung yang Berkelanjutan” tentang lingkungan dan pembangunan yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan gunung.

Karena meningkatnya perhatian terhadap pentingnya pegunungan, Sidang Umum PBB mendeklarasikan bahwa tahun 2002 sebagai Tahun Pegunungan Internasional menurut PBB. Lalu pada akhir sidang tersebut, maka ditetapkanlah 11 Desember sebagai “Hari Gunung Internasional” sejak tahun 2003.

Latar belakang adanya hari gunung internasional adalah fakta bahwa keberadaan gunung yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan alam. Bahkan laman resmi PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) menyatakan bahwa pegunungan adalah rumah bagi 15 persen populasi dunia dan tempat bagi berbagai keanekaragaman hayati.

Kemudian mari kita refleksikan hari gunung internasional ini. Mari memahami tentang gunung, manfaatnya, serta upaya menjaganya. Pada hakikatnya gunung merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh sang Pencipta untuk kita umat manusia.

Hari Gunung Internasional 11 Desember, Fakta Keberadaan Gunung Sangat Penting
Foto: Pendaki Cantik – @wibbi_marki

Maka selayaknya kita memanfaatkan dengan bijak tanpa merusak pemberian tersebut. Saat tiba musim hujan, gunung dapat menyerap air yang turun ke permukaan bumi sehingga air tidak membanjiri permukiman di kaki pegunungan.

Bagi seseorang yang gemar berpergian ke gunung pasti sering menemukan sumber mata air, karena gunung memang dapat menyimpan air dan mengalirkannya ke hilir atau tempat yang lebih rendah.

Magma yang keluar dari perut bumi melalui erupsi gunung berapi juga mengandung beragam mineral, termasuk sulfur. Sehingga mineral tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, kosmetik, serta bahan dasar untuk kehidupan sehari-hari.

Gunung pada umumnya menyimpan mineral emas dan tembaga yang bisa ditemukan saaat menambang. Selain itu, tanaman dan pohon yang tumbuh di sekitar gunung akan subur karena nutrisi yang terkandung di dalamnya, termasuk nutrisi yang ikut terangkat bersama abu vulkanik ketika erupsi.

Baca Juga: Letusan Gunung Mauna Loa yang Unik Dikenal Sebagai Air Mancur Api

Sehingga sudah umum jika banyak masyarakat pegunungan yang bermatapencaharian dalam bidang perkebunan, karena tanah yang mereka rawat adalah tanah subur.

Gunung juga dapat menjadi sarana edukasi dan objek penelitian. Ada banyak hal yang bisa diteliti pada gunung, mulai dari keaneka ragamannya, kekayaan alam, flora dan fauna yang hidup di pegunungan, hingga bagaimana aktivitas gunung berapi.

Oleh karena itu aktivitas edukasi tidak lepas dari manfaat gunung sebagai tempat untuk menjaga hewan dan tumbuhan dari kepunahan.

Sebab, beberapa gunung di Indonesia sudah ditetapkan sebagai taman nasional, yang artinya kegiatan memburu hewan dan membawa tanaman gunung adalah sebuah pelanggaran, karena peraturan yang tertera pada taman nasional demi menjaga ekosistem pada gunung.

Hari Gunung Internasional 11 Desember, Fakta Keberadaan Gunung Sangat Penting
Foto: Pendaki Cantik – @wibbi_marki

Sering kali jika seorang pendaki memiliki agenda mendaki tepatnya ke salah satu gunung misalnya ke gunung semeru yang termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sebelum melaksanakan pendakian, selalu diadakan briefing atau pengarahan oleh pihak taman nasional untuk senantiasa mentaati peraturan, yaitu dilarang memetik atau membawa pulang bunga edelweiz karena termasuk tanaman yang dilindungi.

Baca Juga: Kisah Mistis Lima Pendaki Gunung Singgalang; Tersesat dan Bertemu Kakek Penjaga Hutan

Gunung juga bermanfaat sebagai objek wisata yang menawarkan pemandangan alam nan indah bagi para pendaki. Bahkan perekonomian Indonesia saat ini dapat mengandalkan di bidang pariwisata, oleh karena itu diadakan pembangunan untuk kemudahan akses menuju tempat pariwisata khususnya wisata alam.

Dengan adanya para pengunjung wisata juga bermanfaat untuk menghidupkan ekonomi masyarakat di sekitar gunung, kebanyakan mereka membuka warung makan, menyediakan alat sewa pendakian, hingga menawarkan jasa porter.

Namun saat ini, gunung terancam oleh perubahan iklim, degradasi tanah, penebangan liar, serta pembangunan yang berlebihan. Selain itu, gunung juga sering tercemar sampah-sampah yang ditinggalkan oleh pendaki tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, peringatan Hari Gunung Internasional seharusnya tidak hanya dirayakan secara seremonial, seperti hanya dengan posting foto-foto gunung di media sosial dengan caption kata bijak anak gunung.

Hari Gunung Internasional 11 Desember, Fakta Keberadaan Gunung Sangat Penting
Foto: Pendaki Cantik – @wibbi_marki

Tapi yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi dalam menyusun langkah-langkah secara langsung dan konkret guna menjaga kelestarian gunung dan keseimbangan alam.

Jika secara sistematis susah untuk dilakukan, setidaknya mari memulai dari diri kita sendiri, berupaya semaksimal mungkin untuk senantiasa menjadi manusia yang cinta dan menjaga kelestarian alam ini seperti contoh ringan, membuang sampah pada tempatnya.

Share.