Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru
Foto: Pendaki Cantik - @na_saskiaa

#PendakiCantik – Gunung Slamet memiliki ketinggian sekitar 3.428 mpdl. Hal ini membuatnya menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa setelah Semeru.

Posisi Gunung Slamet berada di antara 5 kabupaten di Provinisi Jawa tengah, yaitu Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang.

Gunung Slamet termasuk gunung berapi yang masih aktif dengan jalur pendakian yang cukup sulit.

Namun demikian, Gunung Slamet termasuk salah satu destinasi pendakian yang cukup populer di kalangan para pendaki.

Legenda dan Asal-usul Gunung Slamet

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru
Foto: Pendaki Cantik – @ipehcaem

Nama Gunung Slamet identik dengan kata Slamet yang dalam bahasa Jawa bermakna selamat. Pada intinya Gunung Slamet bisa memberikan makna keselamatan.

Hal ini dikarenakan aktifitas Gunung Slamet yang terbilang aktif namun tidak pernah meletus dalam skala yang besar.

Namun begitu, dalam sebuah ramalan yang tertulis dalam buku Sri Aji Jogoboyo dari abad ke-12 disebutkan bahwa jika Gunung Slamet meletus

maka hal itu akan menyebabkan Pulau Jawa terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari wilayah laut utara hingga laut selatan.

Jalur Pendakian

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru
Foto: Pendaki Cantik – @devijohansenn

Banyak yang menyebutkan bahwa jalur pendakian menuju ke puncak Gunung Slamet cukup sulit.

Selain medan yang cenderung terjal, kemunculan kabut yang cukup tebal menjadi kendala tersendiri yang menghambat aktifitas pendakian.

Berikut ini adalah beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan untuk mencapai ke puncak Gunung Slamet:

  • Jalur Bambangan
  • Jalur Baturaden
  • Jalur Gambuhan
  • Jalur Jurangmangu
  • Jalur Gunungsari
  • Jalur Dhipajaya
  • Jalur Guci

Meskipun ada banyak jalur alternatif yang bisa digunakan untuk mencapai puncak Gunung Slamet, namun yang paling populer adalah jalur Bambangan.

Akses Menuju Gunung Slamet

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru
Foto: Pendaki Cantik – @putriaulia0704

Gunung Slamet yang terletak di lima kabupaten seperti Banyumas, Brebes, Purbalingga, Pemalang dan Tegal membuat akses ke sana bisa ditempuh dengan berbagai cara.

Jalur pendakian ke Gunung Slamet sendiri sebenarnya bisa dilakukan melalui beberapa rute. Namun, yang paling dilakukan adalah melalui Blambangan.

Blambangan terletak di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Atau bisa juga lewa jalur Baturaden yang adi di Gunungsari, Kabupaten Pemalang.

Untuk mencapai alamat tersebut kamu bisa menggunakan jalur darat dan jalur udara khusus bagi para pendaki yang berasal dari provinsi.

Estimasi Biaya Pendakian

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa Setelah Semeru
Foto: Pendaki Cantik – @nabillaaz.zhr

Jika hendak ke Blambangangan, maka kamu harus turun di stasiun Purwekerto. Kamu bisa menggunakan kereta api Bengawan dari arah Pasar Senen Jakarta.

Untuk tarifnya sendiri cukup ekonomis yaitu sekitar Rp 75.000 per penumpang. Sedangkan lama perjalanannya sendiri sekitar 5-6 jam.

Setelah sampai di Purwekerto, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Purbalingga menggunakan bus antar kota. Tarifnya cukup bervariasi sekitar Rp 30.000 – Rp 40.000 per orang selama 2-3 jam.

Setelah itu kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Desa Blambangan. Jika menggunakan ojek, maka biaya yang kamu keluarkan sekitar Rp 20.000-Rp 35.000.

Setibanya di garsu kepengurusan simaksi, kamu hanya perlu membayar uang tiket sebesar Rp 5.000 per orang untuk memulai pendakian.