Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik - @may.anaa_

#PendakiCantik – Gunung Sibayak yang memiliki ketinggian 2.094 mdpl merupakan salah satu gunung berapi di Dataran Tinggi Karo, Sumatra Utara.

Gunung Sibayak cukup terkenal di kalangan pendaki karena jalur pendakiannya yang cukup mudah dan puncaknya yang benama Takal Kuda (kepala kuda) menyuguhkan pemandangan luar biasa.

Selain nama yang disandang Sibayak cukup terkenal, gunung yang dimilikinya-pun tidak kalah megah dari pengunungan api lainya.

Panorama yang tersebar tiada henti disepanjang pendakian menuju puncak turut mengingatkan kita akan kebesaran sang pencipta.

Memiliki Uap Panas

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @enda_tariigan

Gunung Sibayak juga termasuk gunung berapi aktif yang memiliki uap panas. Selain itu, letusan yang terjadi beberapa waktu lalu cukup mengguncang bebatuan di puncak gunung.

Kondisinya yang unik dan menantang membuat para pendaki selalu mencoba adrenalinnya dengan mendaki gunung ini.

Pemandangan matahari terbit dari puncak gunung akan membuat kamu terperangah. Kilau kemunculan sinar matahari akan memberikan suasana hangat.

Jika kamu hendak mendaki Gunung Sibayak, waktu idealnya adalah ketika waktu subuh tau lebih tepatnya pada pukul 02.00 dini hari.

Serasa Berjalan di Bulan

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @kolenji__

Kondisi jalur pendakian yang penuh dengan bebatuan selama perjalanan menuju puncak akan membuat kamu merasa seperti tengah berjalan di bulan.

Selain keindahan pemandangan puncaknya, aliran air dari sela-sela batuan gunung akan sangat menyegarkan. Penduduk banyak yang memanfaatkannya sebagai sumber air minum.

Air nya dingin dan sangat jernih. Inilah alasan utama sumber air pegunungan yang terus mengalir ini menjadi salah satu sumber air untuk air minum kemasan merek “AQUA”.

Dinginnya udara pegunungan dan gelapnya langit bertaburkan ribuan bintang di puncak juga menciptakan suasana alam yang berbeda, pokoknya sangat luar biasa.

Puncak Takal Kuda

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @nadilairdayanti

Nama puncak Gunung Sibayak diambil dari bahasa Karo yaitu Takal Kuda yang memiliki arti kepala kuda.

Puncak Sibayak ini sendiri berada di titik koordinat 97°30’BT dan 4°15’LS. Gunung yang masuk dalam tipe gunung berapi yang masih aktif dengan stato (berlapis) mempunyai uap panas.

Dari kondisi ini masyarakat setempat menganggap puncak dan kawah gunung tersebut menyimpan sejuta misteri.

Selain puncak, daerah kawah tidak kalah uniknya. Selain disekitar kawah ditemukan batu cadas, kawah belerang yang luasnya 200 x 200 meter memiliki solfatara yang senantiasa menyemburkan uap panas.

Untuk mengabadikan aktivitas kawah pendaki berlomba-lomba menuruni kawah. Dari kawah akan ditemukan sejumlah keunikan yang dimiliki oleh Sibayak yang amat jarang ditemukan di pegunungan lain.

Masuk dalam Kategori Hutan Lindung

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @saisai6577

Gunung Sibayak juga masuk dalam hutan lindung berupa hutan alam pengunungan, yang tergabung dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan yang merupakan Tahura ketiga di Indonesia.

Pembangunan Tahura ini sebagai upaya konservasi sumber daya alam dan pemanfaatan lingkungan melalui peningkatan fungsi dan peranan hutan.

Hutan gunung yang masih alami tersebut tergabung dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang merupakan Daerah Tangkapan Air (DTA) bagi masyarakat disekitar gunung dan hutan.

Akses Menuju Puncak

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @serojanurwahyuni

Untuk mencapai puncak Gunung Sibayak, pendaki dapat memasuki tiga pintu rimba dengan menelusuri jalan setapak melalui hutan belantara tropis dan tebing curam, yang ditemui disepanjang kiri-kanan pendakian.

Pintu rimba sibayak melalui, Desa Raja Berneh (Semangat Gunung), Jalur 54, Penatapan jagung rebus dan Jaranguda kira-kira 500 meter dari kota berastagi.

Ketiga-jalur dapat dicapai dengan angkutan umum dari kota Medan. Rute pertama bisa dilalui dari kaki Gunung Sibayak di Desa Raja Berneh atau sering disebut sebagai Desa Semangat Gunung.

Desa ini berjarak 15 km dari Berastagi. Jalur ini melewati pemandian air panas yang tersebar di sekitar kaki gunung. Di desa ini juga terdapat PT Pertamina yang memanfaatkan sumber panas bumi.

Jalur Pendakian

Gunung Sibayak, Pemilik Puncak Bernama Takal Kuda
Foto: Pendaki Cantik – @nurulhlm20

Jalur kedua dapat ditempuh dari kaki Gunung Sibayak dari Desa Jaranguda. Desa ini sangat dekat dari kota Berastagi yakni hanya berjarak 3 km.

Bagi pendaki atau wisatawan lebih banyak memilih jalur ini. Jalur ketiga yang terkenal cukup ekstrim adalah jalur 54 yang ditempuh dari kawasan Penatapan yang terletak di jalan raya Medan-Berastagi.

Jalur ini berada di KM 54 dari Medan menuju Berastagi. Jalur ini merupakan rute terpanjang dan tergolong ekstrim. Bagi pemula tidak disarankan untuk mendaki lewat jalur ini.

Kamu akan dimintai retribusi sebesar Rp 2.000,- per orang sebelum memasuki lokasi gunung. Jadi pastikan kamu telah menyiapkan uang pas untuk membayarnya.*