Pendakicantik.com – Pasca Gunung Semeru meletus di Jawa Timur, warga masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 km dari puncak Semeru.

Termasuk aktivitas pendakian ke puncak Semeru karena sebelumnya memang ada larangan untuk melakukan pendakian. Sebelum letusan, Semeru adalah tujuan populer bagi para pendaki dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi 4 Desember 2022, Tempat Wisata Tutup Sementara

Akun Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Hingga Minggu pagi, Gunung Semeru kembali melontarkan guguran awan panasnya setinggi 10.000 meter ke arah tenggara dan selatan.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

Gunung Semeru: Warga Masyarakat Dihimbau Tidak Beraktivitas Dalam Radius 13 km

Saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga sehingga pendakian gunung masih ditutup.

Masyarakat juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Dalam radius 5 Km dari kawah dan puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Gunung Semeru: Warga Masyarakat Dihimbau Tidak Beraktivitas Dalam Radius 13 km
Foto: Pendaki Cantik – @shabellaaaaaa

Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang memasuki puncak Gunung Api Semeru.

Masyarakat  di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta mewaspadai kemungkinan aliran lahar di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca Juga: Mengenal 6 Jenis Gunung Berapi Berdasar Karakteristik Letusan dan Bentuk

Sementara itu dikutip dari keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) Kementerian ESDM dijelaskan bahwa karakter Erupsi Gunung Api Semeru saat ini adalah berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif.

Tingkat aktivitas Gunung Api Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.

Sejak 1 November 2022 lalu tercatat letusan abu Gunung Semeru terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.

Awan panas guguran terjadi 2 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak.

Gunung Semeru: Warga Masyarakat Dihimbau Tidak Beraktivitas Dalam Radius 13 km
Foto: Pendaki Cantik – @ikealfaa__

Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50 – 1500 meter dari puncak.

Aktivitas kegempaan terekam 2919 kali Gempa Letusan, 2 kali Gempa Awan Panas, 81 Gempa Guguran, dan 137 kali Gempa Hembusan.

Share.