Gunung Lawu Ada 5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik

Gunung Lawu Ada 5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik
Foto: Pendaki Cantik - @liaanita12 ⁣

Pendakicantik.com Gunung Lawu yang terletak di antara Jawa Timur dan Jawa Tengah seakan tidak ada habisnya untuk diceritakan dan ditulis misterinya.

Sebuah misteri dari gunung Lawu yang menarik perhatian para pecinta alam maupun wisata misteri.

Baca juga: Gempa Cianjur Tidak Pengaruhi Aktivitas Vulkanik Gunung Gede

Perlu diketahui ada 5 adat istiadat setempat yang perlu dipatuhi oleh para pendaki jika ingin memuncak ke gunung Lawu.

Jalur paling ramai dilalui para pendaki via Cemorosewu di Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Magetan selain dapat ditempuh lebih singkat karena jaraknya pendek memiliki aura angker diantara jalur pendakian lain.

Baca juga: Mitos Gunung Bawakaraeng yang Beredar di Pendaki dan Penduduk Setempat

5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik Ke Gunung Lawu

Banyak pendaki bercerita mengaku berkali-kali mengalami hal aneh. Tersesat hingga hilang seperti beberapa pekan lalu hilang dan belum diketemukan hingga kasus kasus lain yang tidak masuk akal.

Cerita tentang beberapa hal mistis ini dibenarkan oleh Supriyanto Kepala Resort Pemangku Hutan (RPH) Sarangan KPH Lawu Ds, bahwa banyak mitos saat naik Gunung Lawu bagi para pendaki yang pantang dilangar. Seperti pakaian hingga perilaku saat di gunung Lawu.

Berikut 5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik Ke Gunung Lawu;

1. Ia berpesan bila mendaki dan berada di gunung Lawu untuk berniat baik, jangan sekali kali berniat buruk.

“Sebaiknya jika ingin mendaki jangan ada niat tidak baik. Baik pas perjalanan mendaki maupun aktifitas setibanya hingga turunya lagi,” katanya, Senin.(21/11/2022).

Belajar dari kasus kasus sebelumnya, lanjutnya, para pendaki biasanya ambisi sampai ke puncak, ada yang balapan menyepelekan pendaki lain akhirnya tersesat.

Gunung Lawu Ada 5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik
Foto: Pendaki Cantik – @endangtyarini

2. Jangan Bercanda, adab mendaki tidak boleh bercanda selama mendaki gunung Lawu. Artinya segala aturan yang diterapkan tidak boleh dilangar. Ada aturan yang telah dilakukan secara turun temurun.

“Akibat bercanda dimungkinkan seorang pendaki menjadi tidak konsentrasi.”

3. Jangan Mengeluh, ini memang tidak tertulis, tetapi pendaki sebaiknya jangan mengeluh.

Baca Juga: Rombongan Wisatawan Adu Argumen dengan Petugas Wisata Gunung Bromo

4.  Jangan memakai pakaian kamuflase, pakaian ini akan menjadi tidak terlihat saat berada di alam. Seperti pakaian berburu, pakaian pakaian militer pakaian untuk berburu.

“Nanti kalau pendaki agak jauh dari teman-temannya tidak bisa terlihat dan tersamarkan. Jadi motif pakaian seperti itu tidak kita anjurkan,” imbuhnya.

Gunung Lawu Ada 5 Adat Istiadat Setempat yang Harus Dipatuhi saat Naik
Foto: Pendaki Cantik – @hasyamahara

5. Terakhir larangan yang tidak boleh dilangar, solo dan lintas jalur. Saat ini pihaknya melarang pendaki untuk naik sendirian dan lintas jalur. Bila terjadi sesuatu sulit untuk meminta bantuan atau pertolongan.

“Solo kami larang paska peristiwa kemaren pendaki ritual hilang itu. Kemudian lintas jalur, pendaki kami larang lintas jalur, misalkan naiknya lewat Cemorosewu turunya lewat jalur lain. Naik dari sini turunya lewat sini agar mudah pendataanya,” pungkasnya.