Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat
Foto: Pendaki Cantik - @dillaainun & @sitipiit

Pendakicantik.com – Nama Gunung Kerenceng mungkin belum terlalu populer diantara kalangan para pendaki gunung, tetapi keindahan alam yang disuguhkan gunung ini tak kalah dari Gunung Papandayan.

Gunung Kerenceng berada di wilayah Sumedang Selatan, Kecamatan Cimanggung dan Pemulihan, Jawa Barat ini, masih jarang diketahui banyak orang.

Baca Juga: Pantai Cantik di Kabupaten Pangandaran yang Suguhkan Panorama Alam yang Indah

Gunung ini boleh dibilang masih alami dengan jalur pendakian samar-samar tertutup oleh vegetasi, namun masih jelas jalurnya dan adanya plang-plang petunjuk menuju puncak.

Meski jarang disambangi oleh pendaki, tetapi masyarakat sekitar banyak yang berkegiatan di sekitar gunung untuk mencari kayu atau pun berkebun.

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat

Gunung Kerenceng memiliki asal usul nama yang sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat dan memiliki arti tersendiri.

Baca Juga: Sunrise Gunung Bromo dan Lokasi Terbaik Menikmati Mentari Terbit yang Sangat Cantik

Sejarah Penamaan Gunung Kerenceng

Dalam Kamus Bahasa Sunda, penamaan kerenceng memiliki beberapa  makna yaitu Gengge Raranggeuyan, Gengge Beunang Niiran, Loceng, dan Kirincing.

Gengge artinya gelang kaki, Raranggeuyan artinya banyak, Gengge Beunang Niiran artinya gelang kaki disusun dengan ditusuk seperti sate. Loceng artinya lonceng dan Kirincing artinya bunyi Kirincing.

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat
Foto: Pendaki Cantik – @amelliap2412

Transportasi yang Digunakan

Untuk menjangkau Gunung Kerenceng, kamu bisa menggunakan transportasi umum, apabila dari arah Jakarta harus menggunakan bus arah Garut dan turunnya di Baypass Cicalengka.

Dari Pasar Cicalengka menggunakan ojek sampai Kampung Jambuaer atau Kampung Situhiang. Apabila menggunakan kereta, maka turun di Stasiun Cicalengka dan disambung dengan ojek.

Waktu naik ojek dari Stasiun ataupun pasar sampai jalur pendakian memakan waktu 40 menit dengan jarak 13 km.

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat
Foto: Pendaki Cantik – @fitriirmaa_

Rute dan Pos Pendakian Gunung Kerenceng

Ada dua jalur pendakian yaitu jalur dari Kampung Jambuaer atau Kampung Sayuran di Desa Sindulang dan jalur Kampung Situhiang di Desa Tegalmanggung. Pendakian diawali dengan jalan bersemen melewati pemukiman sampai dengan perkebunan.

Setelah melewati perkebunan pendaki dapat menjumpai plang Perhutani sebagai gerbang masuk pendakian. Sepanjang pendakian vegetasi yang dominan adalah ilalang, tumbuhan perdu, dan pohon pinus.

Baca Juga: Pantai Pamayangsari Suguhkan View Eksotik dan Kuliner Tepian Pantai yang Menggoda

Gunung Kerenceng dengan ketinggian 1.736 meter di bawah permukaan laut ini memakan waktu pendakian hingga 4-5 jam sampai puncak, apabila pulang pergi dihari yang sama sekitar 8 jam.

Pos Gunung Kerenceng berjumlah 4, apabila ingin bermalam, paling cocok mendirikan kemah di pos 2 atau 3 karena kawasannya yang landai dan luas.

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat
Foto: Pendaki Cantik – @dillaainun

Jenis dan Puncak Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng termasuk dalam jenis gunung yang berbentuk stratovolcano yang berupa cerukan menyerupai kawah.

Bentuk gunung yang berbentuk strato ini merupakan hulu dari beberapa sungai, yaitu: Sungai Cileuleuy, Sungai Cijogjog, Sungai Cilembu, Sungai Ciguling, Sungai Pojok, Sungai Cikandang, Sungai Cimanggung, dan Sungai Cikarobokan.

Gunung dengan ketinggian 1.736 Mdpl berdekatan dengan Puncak lainnya, seperti Puncak Kareumbi (1.685 mdpl) dan Puncak Pangukusan (1.558 mdpl). Puncak Gunung Kerenceng terbilang sempit, hanya muat 7-10 orang saja, jadi ini perlu diperhatikan demi keselamatan.

Gunung Kerenceng: Surga Tersembunyi di Perbatasan Bandung, Jawa Barat
Foto: Pendaki Cantik – @pani_erianti

Hal yang Perlu dipersiapkan

Fisik harus dalam keadaan prima, tidak bisa dianggap remeh karena harus mendaki kurang lebih 4 jam. Disarankan mendaki dengan orang yang telah pernah sampai puncak atau dengan menyewa orang sekitar yang berpengalaman yang tau persis kondisi gunung.

Bawa minum dan makanan yang sesuai dengan waktu perjalanan. Bawa jas hujan dan baju hangat, mengingat kondisi kering badan walau saat musim hujan merupakan kenyamanan yang harus diprioritaskan.