Pendakicantik.com – BPBD Jawa Timur mengimbau pedagang dan wisatawan di kawasan wisata Gunung Bromo untuk lebih berhati-hati. Gunung Bromo saat ini berstatus waspada.

Peringatan itu disampaikan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam rapat koordinasi bersama empat kabupaten.

Baca juga: Dusun Tukung di Lereng Gunung Sumbing Magelang; Nepal van Java

Selain itu, rapat koordinasi dihadiri oleh Seismolog PVMBG, TNBTS, Dinas Kehutanan Jatim, Disbudpar Jatim dan perwakilan dari BPBD, Disbudpar, Satpol PP empat wilayah.

Keberadaan dan kemunculan pedagang pun menjadi perhatian khusus, sesuai rekomendasi BPBD Jatim, selain dilarang melakukan apapun yang berjarak 1 km dari bibir kawah.

Gunung Bromo: Status Waspada; Imbau Pedagang di Lautan Pasir Hati-Hati

“Yang paling utama ya soal penanganan pedagang yang bermunculan di kawasan lautan pasir Gunung Bromo,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada wartawan, Senin (13/2/2023).

Apalagi, tambah Gatot, saat status Gunung Bromo meningkat di Level II (waspada) akhir-akhir ini.

“Keberadaan puluhan pedagang ini menjadi pembahasan, mengingat keberadaan mereka berada di area Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, yang menurut PVMBG, harus dihindari untuk beraktivitas, khususnya di saat status Gunung Bromo waspada,” dia menambahkan.

Selain pedagang, jelas dia, BPBD Jatim memberikan rekomendasi kepada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai pengelola untuk melarang aktivitas di radius 1 Km dari bibir kawah. BPBD Jatim telah menggelar rakor khusus kesiapsiagaan menghadapi erupsi.

“Upaya preventif yang telah kita lakukan atas kenaikan level Gunung Bromo menjadi level dua mulai penutupan radius 1 Km dari bibir kawah untuk kegiatan wisatawan dan perdagangan,” kata dia.

Gunung Bromo: Status Waspada; Imbau Pedagang di Lautan Pasir Hati-Hati
Foto: Pendaki Cantik – @gunungbromo

Selain itu, BPBD Jatim telah menyosialisasikan dan membuat kesepakatan bersama dengan pelaku jasa wisata mulai paguyuban jeep, kuda dan PKL terkait larangan untuk berkegiatan radius 1 Km dan imbauan-sosialisasi kepada para wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas radius 1 Km.

“Kami juga minta pihak pengelola untuk memberikan pengumuman kepada pengunjung di loket tiket masuk Bromo,” kata dia.

Share.