Flora Dan Fauna Di Gunung Bisma

Keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Bisma memiliki kekayaan flora dan fauna yang menjadi daya tarik tersendiri. Flora yang tumbuh di kawasan ini sangat beragam, mulai dari jenis pepohonan besar seperti pohon beringin, pohon mahoni, dan pohon jati, hingga jenis tumbuhan perdu, semak belukar, dan tanaman herba.

Selain flora, Gunung Bisma juga memiliki keanekaragaman fauna yang tidak kalah menarik. Berbagai jenis burung, mamalia, reptil, dan amfibi dapat ditemukan di kawasan ini. Beberapa jenis fauna yang umum dijumpai antara lain monyet ekor panjang, lutung jawa, tupai, landak, biawak, ular, dan katak.

Keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Bisma memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Flora dan fauna yang ada saling berinteraksi dan membentuk suatu jaring-jaring kehidupan yang kompleks. Keberadaan hutan di kawasan ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air dan paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi lingkungan sekitar.

Flora dan Fauna di Gunung Bisma

Keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Bisma memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Berikut adalah 8 aspek penting yang terkait dengan flora dan fauna di Gunung Bisma:

  • Keanekaragaman Jenis
  • Habitat Spesifik
  • Interaksi Ekologis
  • Nilai Konservasi
  • Fungsi Ekosistem
  • Ancaman dan Tantangan
  • Penelitian dan Pemantauan
  • Pendidikan dan Ekowisata

Keanekaragaman jenis flora dan fauna di Gunung Bisma menjadikannya sebagai habitat yang penting bagi berbagai spesies. Interaksi ekologis antar spesies menciptakan jaring-jaring kehidupan yang kompleks dan saling bergantung. Kelestarian flora dan fauna di kawasan ini memiliki nilai konservasi yang tinggi, karena menjadi rumah bagi banyak spesies endemik dan langka. Hutan di Gunung Bisma juga memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air, paru-paru dunia, dan penyedia sumber daya alam. Namun, kawasan ini juga menghadapi ancaman dan tantangan, seperti perburuan liar, perambahan hutan, dan perubahan iklim. Upaya penelitian dan pemantauan diperlukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma. Selain itu, kegiatan pendidikan dan ekowisata dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan ini.

Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman Jenis, Gunung Indonesia

Keanekaragaman jenis merupakan aspek penting dalam ekosistem Gunung Bisma. Keanekaragaman jenis mengacu pada variasi spesies flora dan fauna yang hidup di suatu wilayah.

  • Keanekaragaman Jenis Tumbuhan

    Gunung Bisma memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan yang tinggi, mulai dari pohon besar seperti pohon beringin, pohon mahoni, dan pohon jati hingga tumbuhan perdu, semak belukar, dan herba. Keanekaragaman jenis tumbuhan ini menciptakan habitat yang beragam bagi berbagai jenis hewan.

  • Keanekaragaman Jenis Hewan

    Gunung Bisma juga memiliki keanekaragaman jenis hewan yang tinggi, termasuk mamalia, burung, reptil, dan amfibi. Beberapa jenis hewan yang umum ditemukan di Gunung Bisma antara lain monyet ekor panjang, lutung jawa, tupai, landak, biawak, ular, dan katak. Keanekaragaman jenis hewan ini saling berinteraksi dan membentuk jaring-jaring kehidupan yang kompleks.

  • Peran Keanekaragaman Jenis

    Keanekaragaman jenis di Gunung Bisma memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tumbuhan dan hewan yang hidup di kawasan ini saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup. Misalnya, tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan hewan untuk bernapas, sementara hewan membantu menyebarkan biji tumbuhan.

  • Ancaman terhadap Keanekaragaman Jenis

    Keanekaragaman jenis di Gunung Bisma menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan liar, perambahan hutan, dan perubahan iklim. Ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan penurunan populasi spesies dan bahkan kepunahan.

Melestarikan keanekaragaman jenis di Gunung Bisma sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup spesies yang hidup di kawasan ini.

Habitat Spesifik

Habitat Spesifik, Gunung Indonesia

Habitat spesifik merupakan suatu wilayah yang memiliki karakteristik lingkungan yang unik dan khusus, sehingga hanya dapat dihuni oleh jenis flora dan fauna tertentu. Di Gunung Bisma, terdapat berbagai habitat spesifik yang mendukung kehidupan beragam spesies flora dan fauna.

Salah satu contoh habitat spesifik di Gunung Bisma adalah hutan hujan tropis. Habitat ini memiliki karakteristik berupa curah hujan yang tinggi, kelembapan yang tinggi, dan suhu yang hangat sepanjang tahun. Hutan hujan tropis di Gunung Bisma menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan, seperti pohon-pohon besar, liana, dan epifit. Selain itu, hutan hujan tropis juga menjadi habitat bagi berbagai jenis hewan, seperti monyet, burung, reptil, dan amfibi.

Contoh lain habitat spesifik di Gunung Bisma adalah sabana. Habitat ini memiliki karakteristik berupa padang rumput yang luas dengan pepohonan yang jarang. Sabana di Gunung Bisma menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan, seperti rumput-rumputan, semak belukar, dan akasia. Selain itu, sabana juga menjadi habitat bagi berbagai jenis hewan, seperti zebra, gajah, dan singa.

Keberadaan habitat spesifik di Gunung Bisma sangat penting bagi kelestarian flora dan fauna. Habitat spesifik menyediakan lingkungan yang sesuai untuk kehidupan dan reproduksi berbagai jenis spesies. Oleh karena itu, menjaga kelestarian habitat spesifik sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati di Gunung Bisma.

Interaksi Ekologis

Interaksi Ekologis, Gunung Indonesia

Interaksi ekologis merupakan hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, termasuk interaksinya dengan makhluk hidup lainnya. Di Gunung Bisma, terdapat beragam jenis interaksi ekologis yang terjadi antara flora dan fauna yang menghuninya.

  • Predasi

    Predasi adalah interaksi antara pemangsa dan mangsa. Di Gunung Bisma, terdapat berbagai jenis predator, seperti harimau, macan tutul, dan elang. Mangsa dari predator ini meliputi rusa, babi hutan, dan burung.

  • Herbivori

    Herbivori adalah interaksi antara hewan pemakan tumbuhan dan tumbuhan. Di Gunung Bisma, terdapat berbagai jenis herbivora, seperti rusa, kerbau, dan gajah. Tumbuhan yang menjadi makanan herbivora ini meliputi rumput, daun, dan buah-buahan.

  • Mutualisme

    Mutualisme adalah interaksi yang saling menguntungkan antara dua jenis makhluk hidup. Di Gunung Bisma, terdapat berbagai jenis interaksi mutualisme, seperti antara pohon beringin dan semut. Pohon beringin menyediakan tempat tinggal bagi semut, sementara semut melindungi pohon beringin dari hama.

  • Kompetisi

    Kompetisi adalah interaksi antara dua atau lebih makhluk hidup yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang sama. Di Gunung Bisma, terdapat berbagai jenis kompetisi, seperti antara pohon-pohon yang bersaing untuk mendapatkan sinar matahari.

Interaksi ekologis yang terjadi antara flora dan fauna di Gunung Bisma sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Interaksi ini memastikan bahwa setiap spesies memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam ekosistem, sehingga menciptakan sebuah komunitas yang harmonis dan berkelanjutan.

Nilai Konservasi

Nilai Konservasi, Gunung Indonesia

Nilai konservasi berkaitan erat dengan pelestarian dan perlindungan flora dan fauna di Gunung Bisma. Kawasan ini memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga memiliki nilai konservasi yang penting.

  • Nilai Ekologi

    Flora dan fauna di Gunung Bisma berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang ada saling berinteraksi dan membentuk jaring-jaring kehidupan yang kompleks. Kerusakan atau hilangnya satu spesies dapat berdampak pada seluruh ekosistem.

  • Nilai Ekonomi

    Flora dan fauna di Gunung Bisma memiliki nilai ekonomi yang penting. Hutan di kawasan ini menyediakan sumber daya alam seperti kayu, rotan, dan hasil hutan lainnya. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai daerah wisata alam yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

  • Nilai Sosial dan Budaya

    Flora dan fauna di Gunung Bisma memiliki nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat sekitar. Masyarakat adat di kawasan ini memiliki ketergantungan yang erat dengan sumber daya alam yang berasal dari hutan. Selain itu, kawasan ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang terkait dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.

  • Nilai Ilmiah

    Gunung Bisma memiliki nilai ilmiah yang penting karena menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna yang unik dan langka. Kawasan ini menjadi tempat penelitian bagi para ilmuwan untuk mempelajari keanekaragaman hayati, perilaku hewan, dan ekosistem hutan hujan tropis.

Nilai konservasi yang tinggi pada flora dan fauna di Gunung Bisma mengharuskan dilakukan upaya pelestarian dan perlindungan yang berkelanjutan. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi. Dengan menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma, kita dapat memastikan bahwa kekayaan keanekaragaman hayati dan nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Fungsi Ekosistem

Fungsi Ekosistem, Gunung Indonesia

Ekosistem Gunung Bisma memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Gunung Bisma berperan dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekosistem tersebut.

  • Penyerap Karbon

    Hutan di Gunung Bisma berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida yang sangat efektif. Pepohonan menyerap karbondioksida dari atmosfer dan melepaskan oksigen, sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah perubahan iklim.

  • Penyangga Air

    Hutan di Gunung Bisma berfungsi sebagai penyangga air alami. Akar-akar pohon menyerap air hujan dan menyimpannya dalam tanah, sehingga mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor. Selain itu, hutan juga membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar.

  • Habitat Flora dan Fauna

    Gunung Bisma merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan ini menciptakan jaring-jaring kehidupan yang kompleks dan saling bergantung. Flora dan fauna di Gunung Bisma memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, seperti penyerbukan, penyebaran biji, dan pengendalian hama.

  • Sumber Daya Alam

    Hutan di Gunung Bisma menyediakan berbagai sumber daya alam yang penting bagi kehidupan manusia, seperti kayu, rotan, dan hasil hutan lainnya. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Fungsi ekosistem yang beragam di Gunung Bisma menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna di kawasan tersebut. Dengan menjaga kelestarian ekosistem, kita dapat memastikan ketersediaan sumber daya alam, menjaga kualitas air dan udara, serta melindungi keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

Ancaman dan Tantangan

Ancaman Dan Tantangan, Gunung Indonesia

Kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang dapat membahayakan keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup spesies yang ada di kawasan tersebut. Berikut adalah beberapa ancaman dan tantangan yang perlu diperhatikan:

  • Perburuan Liar

    Perburuan liar merupakan salah satu ancaman terbesar bagi flora dan fauna di Gunung Bisma. Perburuan liar dilakukan untuk mengambil bagian tubuh hewan, seperti cula, tanduk, dan kulit, yang diperjualbelikan secara ilegal. Perburuan liar dapat menyebabkan penurunan populasi spesies, bahkan hingga kepunahan.

  • Perambahan Hutan

    Perambahan hutan adalah pengalihan fungsi kawasan hutan menjadi non-hutan, seperti untuk pertanian, perkebunan, atau permukiman. Perambahan hutan dapat menyebabkan hilangnya habitat bagi flora dan fauna, fragmentasi ekosistem, dan gangguan keseimbangan lingkungan.

  • Perubahan Iklim

    Perubahan iklim berdampak pada flora dan fauna di Gunung Bisma melalui perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, dan peristiwa cuaca ekstrem. Perubahan iklim dapat menyebabkan perubahan distribusi spesies, penurunan keanekaragaman hayati, dan gangguan siklus hidup flora dan fauna.

  • Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran lingkungan, seperti polusi udara, air, dan tanah, dapat mengancam flora dan fauna di Gunung Bisma. Pencemaran dapat mengganggu kesehatan dan reproduksi hewan, serta menyebabkan kerusakan pada tumbuhan. Pencemaran juga dapat memperburuk dampak ancaman lainnya, seperti perubahan iklim dan perburuan liar.

Ancaman dan tantangan ini merupakan masalah serius yang perlu ditangani untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma. Upaya konservasi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi, sangat penting untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati di kawasan ini.

Penelitian dan Pemantauan

Penelitian Dan Pemantauan, Gunung Indonesia

Penelitian dan pemantauan merupakan komponen penting dalam pengelolaan flora dan fauna di Gunung Bisma. Melalui penelitian, para ilmuwan dapat mempelajari keanekaragaman hayati, perilaku hewan, dan dinamika ekosistem di kawasan ini. Informasi yang diperoleh dari penelitian sangat penting untuk mengembangkan strategi konservasi yang efektif dan berbasis bukti.

Pemantauan secara berkala juga sangat penting untuk menilai efektivitas strategi konservasi dan mengidentifikasi ancaman yang muncul terhadap flora dan fauna di Gunung Bisma. Data pemantauan dapat menunjukkan tren populasi spesies, perubahan distribusi, dan dampak aktivitas manusia pada ekosistem. Informasi ini dapat digunakan untuk menyesuaikan strategi konservasi dan melakukan intervensi yang diperlukan untuk melindungi flora dan fauna di kawasan ini.

Sebagai contoh, penelitian di Gunung Bisma telah mengidentifikasi beberapa spesies langka dan terancam punah, seperti harimau sumatera dan orangutan. Informasi ini telah mendorong upaya konservasi yang ditargetkan untuk melindungi spesies-spesies ini dan habitatnya. Pemantauan populasi harimau sumatera di Gunung Bisma juga telah menunjukkan bahwa jumlahnya stabil atau bahkan meningkat, yang menunjukkan efektivitas upaya konservasi yang dilakukan.

Penelitian dan pemantauan juga penting untuk memahami dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia pada flora dan fauna di Gunung Bisma. Informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi adaptasi dan mitigasi untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan kelestarian jangka panjang ekosistem ini.

Dengan demikian, penelitian dan pemantauan merupakan komponen penting dalam pengelolaan flora dan fauna di Gunung Bisma. Informasi yang diperoleh dari penelitian dan pemantauan sangat penting untuk mengembangkan strategi konservasi yang efektif, menilai dampak aktivitas manusia, dan memastikan kelestarian jangka panjang ekosistem yang berharga ini.

Pendidikan dan Ekowisata

Pendidikan Dan Ekowisata, Gunung Indonesia

Pendidikan dan ekowisata memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma. Pendidikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan mendorong perilaku yang ramah lingkungan. Ekowisata, di sisi lain, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi, sehingga menciptakan insentif untuk melindungi flora dan fauna setempat.

Salah satu contoh keberhasilan pendidikan dan ekowisata di Gunung Bisma adalah program Jelajah Rimba. Program ini mengajak wisatawan untuk menjelajahi kawasan hutan Gunung Bisma sambil belajar tentang keanekaragaman hayati dan upaya konservasi yang dilakukan di kawasan tersebut. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman berwisata yang unik bagi wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain program Jelajah Rimba, terdapat juga pusat pendidikan dan pelatihan konservasi di Gunung Bisma. Pusat ini menyediakan pelatihan bagi masyarakat sekitar tentang teknik pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan konservasi flora dan fauna. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian Gunung Bisma.

Pendidikan dan ekowisata saling melengkapi dalam mendukung konservasi flora dan fauna di Gunung Bisma. Pendidikan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman hayati, sementara ekowisata memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat untuk melindungi lingkungan. Dengan memadukan kedua pendekatan ini, kita dapat menciptakan perubahan perilaku yang positif dan memastikan kelestarian jangka panjang ekosistem Gunung Bisma yang berharga.

Pertanyaan Umum tentang Flora dan Fauna di Gunung Bisma

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya tentang flora dan fauna di Gunung Bisma:

Pertanyaan 1: Apa keunikan flora dan fauna di Gunung Bisma?

Gunung Bisma memiliki keunikan karena memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi, termasuk spesies endemik dan langka. Kawasan ini juga memiliki berbagai habitat, mulai dari hutan hujan tropis hingga sabana, yang mendukung kehidupan beragam jenis tumbuhan dan hewan.

Pertanyaan 2: Apa saja manfaat keberadaan flora dan fauna di Gunung Bisma?

Flora dan fauna di Gunung Bisma memiliki berbagai manfaat, di antaranya menyerap karbon dioksida, menjaga ketersediaan air, menyediakan habitat bagi spesies langka, dan menjadi sumber daya alam bagi masyarakat sekitar.

Pertanyaan 3: Apa saja ancaman yang dihadapi oleh flora dan fauna di Gunung Bisma?

Flora dan fauna di Gunung Bisma menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan liar, perambahan hutan, perubahan iklim, dan polusi lingkungan. Ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan penurunan populasi spesies, hilangnya habitat, dan gangguan ekosistem.

Pertanyaan 4: Apa yang dilakukan untuk melindungi flora dan fauna di Gunung Bisma?

Untuk melindungi flora dan fauna di Gunung Bisma, dilakukan berbagai upaya, seperti penelitian dan pemantauan, penegakan hukum, pengembangan ekowisata, dan pendidikan masyarakat.

Pertanyaan 5: Bagaimana masyarakat dapat terlibat dalam pelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma?

Masyarakat dapat terlibat dalam pelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma dengan cara mengurangi konsumsi sumber daya alam, mendukung ekowisata yang bertanggung jawab, dan berpartisipasi dalam kegiatan konservasi.

Kesimpulan

Flora dan fauna di Gunung Bisma merupakan kekayaan alam yang sangat berharga. Melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menjamin kesejahteraan generasi mendatang.

Tips Menjaga Kelestarian Flora dan Fauna di Gunung Bisma

Menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma sangat penting untuk keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Kunjungi Gunung Bisma secara Bertanggung Jawab

Ketika mengunjungi Gunung Bisma, pastikan untuk mengikuti prinsip ekowisata yang bertanggung jawab. Buang sampah pada tempatnya, hindari membuat kebisingan yang berlebihan, dan tetap di jalur yang telah ditentukan. Dengan begitu, Anda dapat meminimalisir dampak negatif terhadap flora dan fauna setempat.

Tip 2: Dukung Usaha Konservasi

Ada banyak organisasi dan lembaga yang bekerja untuk melestarikan flora dan fauna di Gunung Bisma. Anda dapat mendukung upaya mereka dengan memberikan donasi, menjadi sukarelawan, atau menyebarkan informasi tentang pentingnya konservasi.

Tip 3: Kurangi Konsumsi Sumber Daya Alam

Salah satu cara untuk melindungi flora dan fauna di Gunung Bisma adalah dengan mengurangi konsumsi sumber daya alam. Misalnya, Anda dapat mengurangi penggunaan kertas, menghemat energi, dan memilih produk yang ramah lingkungan.

Tip 4: Edukasi Diri dan Orang Lain

Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga flora dan fauna di Gunung Bisma sangatlah penting. Edukasi diri Anda tentang keanekaragaman hayati Gunung Bisma dan bagikan pengetahuan tersebut kepada orang lain. Dengan begitu, semakin banyak orang yang peduli dan terlibat dalam upaya konservasi.

Tip 5: Dukung Kebijakan yang Melindungi Gunung Bisma

Dukung kebijakan dan peraturan pemerintah yang bertujuan melindungi Gunung Bisma dan keanekaragaman hayatinya. Anda dapat menghubungi perwakilan pemerintah setempat atau organisasi konservasi untuk menyampaikan dukungan Anda.

Sebagai kesimpulan, menjaga kelestarian flora dan fauna di Gunung Bisma adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita dapat berkontribusi dalam melindungi kekayaan alam yang berharga ini untuk generasi mendatang.

Kesimpulan

Keanekaragaman hayati di Gunung Bisma menjadikannya kawasan yang penting untuk dilestarikan. Flora dan fauna yang ada di dalamnya saling berinteraksi dan membentuk keseimbangan ekosistem. Keberadaan hutan di kawasan ini juga memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air dan paru-paru dunia.

Melestarikan flora dan fauna di Gunung Bisma merupakan tanggung jawab kita bersama. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai upaya, seperti penegakan hukum, penelitian dan pemantauan, pengembangan ekowisata, dan pendidikan masyarakat. Dengan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Gunung Bisma, kita dapat memastikan kelangsungan hidupnya untuk generasi mendatang.

Youtube Video:

Flora Dan Fauna Di Gunung Bisma - sddefault


Share.