Falen Zaman Bercerita Soal Pocong Bermata Kuning di Gunung Putri

Falen Zaman Bercerita Soal Pocong Bermata Kuning di Gunung Putri
Foto: Pendaki Cantik - Youtube/FiersaBesari

#PendakiCantik – Falen Jacob Zaman pemilik akun twitter @falenzaman yang pernah viral karena bercerita tentang kuntilanak bermata merah diajak Fiersa Besari ngobrol soal apa yang pernah dilihatnya.

Video yang berisi tentang kelengkapan cerita Falen tersebut diupload baru-baru ini di channel youtubenya. Mereka bercerita panjang lebar dan menemukan beberapa hal yang sangat menyeramkan.

Falen dalam ceritanya kepada Fiersa Besari menyebutkan kuntilanak bermata merah merupakan jenis kuntilanak yang berbeda dari kuntilanak lain. Dia juga bercerita soal pocong bermata kuning.

Bagaimana kelengkapan cerita soal Lasmi yang pernah dilihat Falen Zaman? Simak ulasannya berikut ini.

Kuntilanak Asal Wastukencana

Di awal utasan horornya itu, pria bernama Falen Jacob Zaman itu mengatakan bahwa kuntilanak merah itu menjaga adik perempuannya sejak 2013 saat dia kuliah di salah satu sekolah desain di Bandung.

Falen juga mengunggah gambaran tentang sosok Lasmi kala masih hidup dan setelah dirinya menjadi kuntilanak merah. Kata Falen, Lasmi tinggal di salah satu pohon mangga yang ada di Wastukencana, Bandung.

Selain itu, Falen rupanya juga sempat berskomunikasi dengan sosok Lasmi. Komunikasi dilakukan melalui mediumisasi adik perempuannya.

Membagikan Video Komunikasi

Falen juga menerangkan dalam ceritanya bahwa baru pada saat itu dia berani berbicara dengan sosok Lasmi. Menurutnya, sosok Lasmi sangat serem dan orang yang melihatnya bisa sawan dan bahkan jatuh sakit.

Yang bikin bulu kuduk berdiri, ia juga membagikan sebuah video saat-saat berkenalan dengan sosok Lasmi yang seram itu.

β€œVideo pas kenalan tadi sama Lasmi lewat adek gue. suara gue udah kek mamah dedeh versi nahan gemeter. sebelum direkam minta banget ketawanya jangan berisik takut tetangga denger,” kata Falen.

Mantan Sinden yang Meninggal

Singkat cerita, sewaktu hidup, Lasmi dulunya seorang sinden musik Sunda dan suaminya Asep, yang jadi pengiring. Keduanya menikah muda di umur 12 tahun pada saat zaman penjajahan Belanda (sekitar 100 tahunan lalu).

Setelah menikah, mereka menjalani hidup di rumah sederhana di daerah Lembang, Bandung. Keduanya β€˜nyinden’ setiap kali ada khitan dan nikahan.

Lima tahun menjalin rumah tangga, dirinya belum dikaruniai anak. Gunjingan dari para tetangganya pun membuatnya sedih. Bahkan, ia rela jika sang suami menikah lagi dengan perempuan lain.

Melihat istrinya selalu sedih, Asep pun mencoba untuk menghiburnya dengan mengatakan untuk terus berusaha dan berdoa kepada Tuhan.

Dikaruniai Anak

Lasmi juga kadang-kadang dengan sopan meminta izin ke Ibu-ibu hamil yang dia temui di jalan untuk mengelus perutnya. Minta titip doanya supaya Lasmi lekas hamil.

Dia sangat ingin memiliki anak karena rumahnya sepi, ditambah gunjingan tetangga yang tiap hari makin jadi.

Hingga akhirnya tahun kesepuluh Asep dan Lasmi menikah, mereka baru dikaruniai anak. Lasmi hamil dan akan menjadi seorang ibu. Impiannya akan segera terwujud.

Nahas, saat memasuki bulan ketiga kehamilannya Lasmi ditabrak mobil. Ia kemudian meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi saat ia memutuskan pulang sendirian di jalan yang gelap.

Adiknya Nyaris Pingsan

Diakhir tweetnya, dia juga mengaku bahwa mediumisasi yang dilakukan begitu keras hingga adiknya nyaris pingsan karena Lasmi.

Akun itu pun menghentikan ceritanya, ia menjelaskan bahwa akan melanjutkan cerita di lain kesempatan, karena ia tidak kuat dengan beberapa gangguan yang diterimanya.

Dalam postingannya itu @falenzaman juga mengunggah sebuah gambar yang diklaim sebagai visual dari sosok kuntilanak merah bernama Lasmi ini.*