Fakta Menarik Tentang Gunung Merapi

Fakta Menarik Tentang Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut dan merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.

Gunung Merapi memiliki sejarah panjang letusan, dengan catatan letusan tertua berasal dari tahun 1006. Letusan Gunung Merapi yang paling terkenal terjadi pada tahun 2010, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas.

Meskipun berbahaya, Gunung Merapi juga merupakan objek wisata yang populer. Banyak wisatawan mendaki gunung untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan dari puncaknya. Gunung Merapi juga merupakan rumah bagi berbagai flora dan fauna, termasuk hutan hujan tropis yang rimbun dan beragam spesies burung.

Fakta Menarik Tentang Gunung Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, dengan sejarah letusan yang panjang dan dahsyat. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Gunung Merapi:

  • Terletak di Pulau Jawa
  • Ketinggian 2.930 meter
  • Letusan pertama tercatat pada 1006
  • Letusan besar pada 2010 menewaskan lebih dari 300 orang
  • Objek wisata populer bagi pendaki
  • Rumah bagi hutan hujan tropis yang rimbun
  • Beragam spesies burung
  • Pusat penelitian vulkanologi
  • Simbol budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat

Gunung Merapi merupakan gunung yang unik dan menakjubkan, dengan sejarah panjang dan budaya yang kaya. Gunung ini juga merupakan pengingat akan kekuatan alam yang luar biasa, dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Terletak di Pulau Jawa

Terletak Di Pulau Jawa, Gunung Indonesia

Letak Gunung Merapi di Pulau Jawa merupakan salah satu fakta menarik yang memengaruhi karakteristik dan sejarah gunung tersebut. Pulau Jawa adalah pulau yang padat penduduk, sehingga letusan Gunung Merapi berpotensi menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, letak Gunung Merapi di Pulau Jawa juga memengaruhi aktivitas vulkaniknya. Pulau Jawa berada di pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Pergerakan lempeng-lempeng ini menyebabkan aktivitas tektonik yang tinggi di Pulau Jawa, termasuk aktivitas vulkanik.

Dengan demikian, letak Gunung Merapi di Pulau Jawa merupakan faktor penting yang memengaruhi karakteristik, sejarah, dan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Pemahaman tentang hubungan ini sangat penting untuk pengelolaan risiko bencana dan mitigasi dampak letusan Gunung Merapi.

Ketinggian 2.930 meter

Ketinggian 2.930 Meter, Gunung Indonesia

Ketinggian Gunung Merapi yang mencapai 2.930 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu fakta menarik yang memengaruhi karakteristik dan aktivitas gunung tersebut. Ketinggian yang signifikan ini berkontribusi pada beberapa aspek penting, antara lain:

  • Bentuk Kerucut yang Sempurna
    Ketinggian yang besar memungkinkan Gunung Merapi memiliki bentuk kerucut yang simetris dan sempurna. Bentuk ini menjadi ciri khas Gunung Merapi dan menjadikannya salah satu gunung berapi paling ikonik di dunia.
  • Keanekaragaman Flora dan Fauna
    Gradien ketinggian yang tinggi menciptakan berbagai habitat bagi flora dan fauna. Hutan hujan tropis yang lebat terdapat di lereng bawah, beralih ke hutan pegunungan dan padang rumput alpine di ketinggian yang lebih tinggi. Keanekaragaman habitat ini mendukung berbagai spesies tanaman dan hewan.
  • Aktivitas Vulkanik
    Ketinggian Gunung Merapi memengaruhi aktivitas vulkaniknya. Magma yang naik dari perut bumi harus mengatasi tekanan kolom batuan yang lebih tinggi untuk mencapai permukaan. Hal ini menyebabkan letusan yang lebih eksplosif dan berbahaya.
  • Tantangan Pendakian
    Ketinggian Gunung Merapi juga menjadi tantangan bagi para pendaki. Pendakian ke puncak membutuhkan waktu dan ketahanan fisik yang tinggi. Namun, pemandangan yang menakjubkan dari puncak gunung menjadi hadiah yang sepadan bagi para pendaki.

Dengan demikian, ketinggian 2.930 meter merupakan fakta menarik yang memengaruhi berbagai aspek Gunung Merapi, mulai dari bentuk fisiknya hingga aktivitas vulkaniknya. Pemahaman tentang ketinggian ini sangat penting untuk pengelolaan risiko bencana, konservasi lingkungan, dan pendakian gunung.

Letusan pertama tercatat pada 1006

Letusan Pertama Tercatat Pada 1006, Gunung Indonesia

Catatan letusan pertama Gunung Merapi pada tahun 1006 merupakan salah satu fakta menarik yang memberikan wawasan penting tentang sejarah dan aktivitas gunung tersebut. Letusan ini menjadi titik referensi penting dalam studi gunung berapi dan pengelolaan risiko bencana.

  • Sejarah Panjang Letusan
    Letusan tahun 1006 menunjukkan bahwa Gunung Merapi memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik. Catatan sejarah dan penelitian geologi mengungkapkan bahwa gunung ini telah mengalami banyak letusan besar dan kecil selama berabad-abad.
  • Tipe Letusan
    Letusan tahun 1006 memberikan petunjuk tentang jenis letusan yang dapat dihasilkan oleh Gunung Merapi. Letusan ini diklasifikasikan sebagai letusan eksplosif, yang ditandai dengan kolom abu yang tinggi dan aliran piroklastik yang cepat.
  • Dampak Letusan
    Letusan tahun 1006 kemungkinan besar berdampak signifikan pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Aliran piroklastik dan abu vulkanik dapat merusak lahan pertanian, mengubur permukiman, dan mengganggu ekosistem.
  • Mitigasi Risiko Bencana
    Catatan letusan tahun 1006 membantu para ilmuwan dan pembuat kebijakan memahami pola dan frekuensi letusan Gunung Merapi. Informasi ini sangat penting untuk mengembangkan strategi mitigasi risiko bencana dan sistem peringatan dini.

Dengan demikian, letusan pertama Gunung Merapi yang tercatat pada tahun 1006 memberikan wawasan berharga tentang sejarah, tipe letusan, dampak, dan implikasi manajemen risiko bencana gunung tersebut. Memahami fakta menarik ini sangat penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekitar.

Letusan Besar pada 2010 Menewaskan Lebih dari 300 Orang

Letusan Besar Pada 2010 Menewaskan Lebih Dari 300 Orang, Gunung Indonesia

Letusan besar Gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan salah satu fakta menarik yang paling tragis dan memilukan dalam sejarah gunung tersebut. Letusan ini menjadi pengingat akan kekuatan dahsyat alam dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

  • Dampak Mengerikan
    Letusan tahun 2010 mengakibatkan kematian lebih dari 300 orang dan kerusakan infrastruktur yang luas. Aliran piroklastik dan abu vulkanik menghancurkan desa-desa, lahan pertanian, dan ekosistem.
  • Kesadaran Risiko Bencana
    Letusan tahun 2010 meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana gunung berapi. Peristiwa ini mendorong pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan mitigasi risiko.
  • Studi dan Penelitian
    Letusan tahun 2010 menjadi bahan penelitian dan studi yang mendalam bagi para vulkanolog dan ahli kebencanaan. Data dan temuan dari peristiwa ini membantu meningkatkan pemahaman tentang perilaku Gunung Merapi dan gunung berapi lainnya.
  • Simbol Ketahanan
    Meskipun letusan tahun 2010 membawa banyak kesedihan dan kehilangan, letusan ini juga menjadi simbol ketahanan masyarakat sekitar Gunung Merapi. Masyarakat bangkit dari puing-puing dan membangun kembali kehidupan mereka, menunjukkan kekuatan dan semangat mereka.

Letusan besar pada tahun 2010 merupakan pengingat yang kuat akan kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Fakta menarik ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus meningkatkan upaya mitigasi risiko dan pengelolaan bencana gunung berapi.

Objek wisata populer bagi pendaki

Objek Wisata Populer Bagi Pendaki, Gunung Indonesia

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, namun juga menjadi objek wisata populer bagi para pendaki. Pendakian Gunung Merapi menawarkan pengalaman yang menantang dan pemandangan yang menakjubkan, menjadikannya salah satu fakta menarik tentang gunung ini.

Popularitas Gunung Merapi sebagai tujuan pendakian disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, gunung ini memiliki ketinggian yang signifikan (2.930 meter) dan bentuk kerucut yang sempurna, memberikan tantangan dan kepuasan bagi para pendaki. Kedua, Gunung Merapi terletak di Pulau Jawa yang padat penduduk, sehingga mudah diakses oleh banyak orang.

Selain itu, Gunung Merapi memiliki pemandangan yang indah dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Pendaki dapat menikmati pemandangan hutan hujan tropis, hutan pegunungan, dan padang rumput alpine selama perjalanan mereka. Gunung ini juga merupakan rumah bagi berbagai spesies burung dan satwa liar lainnya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pendakian Gunung Merapi juga memiliki risiko. Gunung ini masih aktif dan dapat meletus sewaktu-waktu. Oleh karena itu, para pendaki harus selalu memperhatikan peringatan dan mengikuti peraturan keselamatan saat mendaki Gunung Merapi.

Secara keseluruhan, status Gunung Merapi sebagai objek wisata populer bagi pendaki merupakan fakta menarik yang menunjukkan daya tarik dan keindahan gunung ini. Namun, penting untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti peraturan saat mendaki Gunung Merapi.

Rumah bagi hutan hujan tropis yang rimbun

Rumah Bagi Hutan Hujan Tropis Yang Rimbun, Gunung Indonesia

Gunung Merapi merupakan rumah bagi hutan hujan tropis yang rimbun, menjadikannya salah satu fakta menarik tentang gunung berapi ini. Hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang sangat beragam dan penting, memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Hutan hujan tropis di Gunung Merapi berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Pohon-pohon tinggi menjulang ke langit, membentuk kanopi yang lebat yang menampung berbagai macam burung, mamalia, reptil, dan amfibi. Hutan ini juga menjadi sumber makanan dan obat-obatan bagi masyarakat setempat.

Selain keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis di Gunung Merapi juga memainkan peran penting dalam mengatur iklim lokal dan global. Pohon-pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer, membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Hutan ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air, mencegah erosi tanah dan banjir.

Dengan demikian, keberadaan hutan hujan tropis yang rimbun di Gunung Merapi merupakan fakta menarik yang menyoroti pentingnya gunung ini sebagai pusat keanekaragaman hayati dan penyedia layanan ekosistem penting. Konservasi dan pengelolaan hutan hujan tropis ini sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Beragam Spesies Burung

Beragam Spesies Burung, Gunung Indonesia

Keberadaan beragam spesies burung di Gunung Merapi merupakan salah satu fakta menarik yang menambah kekayaan ekosistem gunung berapi ini. Keanekaragaman burung di Gunung Merapi berkontribusi pada keseimbangan alam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung.

  • Habitat yang Bervariasi
    Gunung Merapi menyediakan habitat yang bervariasi, mulai dari hutan hujan tropis hingga padang rumput alpine. Variasi habitat ini mendukung keragaman spesies burung, masing-masing beradaptasi dengan lingkungan tertentu.
  • Sumber Makanan Berlimpah
    Hutan hujan tropis di Gunung Merapi kaya akan serangga, buah-buahan, dan nektar. Sumber makanan yang melimpah ini menarik berbagai spesies burung, termasuk burung pemakan serangga, burung pemakan buah, dan burung pemakan nektar.
  • Fungsi Ekologis
    Burung berperan penting dalam ekosistem Gunung Merapi. Burung pemakan serangga membantu mengendalikan populasi serangga, sementara burung pemakan buah dan nektar membantu menyebarkan biji dan penyerbukan tanaman.
  • Objek Pengamatan Burung
    Keanekaragaman burung di Gunung Merapi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung. Pengamatan burung dapat dilakukan di berbagai jalur pendakian, menawarkan kesempatan untuk melihat spesies burung yang langka dan endemik.

Dengan demikian, keberadaan beragam spesies burung di Gunung Merapi merupakan fakta menarik yang menunjukkan kekayaan ekosistem gunung berapi ini. Keanekaragaman burung tidak hanya menambah keindahan Gunung Merapi, tetapi juga memainkan peran penting dalam keseimbangan alam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung.

Pusat Penelitian Vulkanologi

Pusat Penelitian Vulkanologi, Gunung Indonesia

Keberadaan pusat penelitian vulkanologi merupakan salah satu fakta menarik tentang Gunung Merapi yang memiliki peran penting dalam memahami dan memantau aktivitas gunung berapi ini. Pusat penelitian vulkanologi berfungsi sebagai pusat kajian dan pengamatan gunung berapi, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman ilmiah tentang Gunung Merapi.

Pusat penelitian vulkanologi di Gunung Merapi dilengkapi dengan peralatan dan teknologi canggih untuk memantau aktivitas gunung berapi. Para peneliti di pusat ini melakukan berbagai penelitian, termasuk pengamatan aktivitas seismik, pengukuran kadar gas vulkanik, dan analisis deformasi tanah. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini digunakan untuk menilai tingkat aktivitas gunung berapi dan memprediksi potensi letusan.

Informasi yang dihasilkan oleh pusat penelitian vulkanologi sangat penting untuk mitigasi risiko bencana gunung berapi. Data dan prediksi yang akurat memungkinkan otoritas terkait untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengeluarkan peringatan dini dan mengevakuasi masyarakat yang berisiko. Selain itu, penelitian di pusat vulkanologi juga berkontribusi pada pengembangan model dan teknik baru untuk memantau dan memprediksi aktivitas gunung berapi, sehingga meningkatkan kemampuan kita untuk mengelola risiko bencana.

Dengan demikian, keberadaan pusat penelitian vulkanologi merupakan fakta menarik yang sangat penting dalam konteks Gunung Merapi. Pusat ini memainkan peran krusial dalam memahami dan memantau aktivitas gunung berapi, memberikan informasi penting untuk mitigasi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Merapi.

Simbol Budaya dan Spiritual bagi Masyarakat Setempat

Simbol Budaya Dan Spiritual Bagi Masyarakat Setempat, Gunung Indonesia

Keberadaan Gunung Merapi sebagai simbol budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat merupakan salah satu fakta menarik yang memperkaya pemahaman kita tentang hubungan erat antara manusia dan alam. Gunung Merapi memiliki makna dan nilai yang dalam bagi masyarakat di sekitarnya, yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

  • Kearifan Lokal dan Mitos
    Masyarakat setempat memiliki kearifan lokal dan mitos yang diturunkan dari generasi ke generasi tentang Gunung Merapi. Gunung ini dianggap sebagai tempat tinggal roh-roh pelindung dan diyakini memiliki kekuatan gaib. Mitos dan legenda ini membentuk sistem kepercayaan dan praktik budaya masyarakat setempat.
  • Tempat Ibadah dan Ritual
    Gunung Merapi juga menjadi tempat ibadah dan ritual bagi masyarakat setempat. Di lereng gunung terdapat pura, candi, dan tempat-tempat suci lainnya yang digunakan untuk berdoa, melakukan upacara adat, dan memohon keselamatan dari roh-roh pelindung gunung.
  • Sumber Identitas dan Kebanggaan
    Gunung Merapi merupakan sumber identitas dan kebanggaan bagi masyarakat setempat. Gunung ini menjadi simbol kekuatan, ketahanan, dan hubungan mereka dengan tanah air. Masyarakat setempat memiliki rasa memiliki dan keterikatan yang kuat terhadap Gunung Merapi, yang tercermin dalam seni, budaya, dan tradisi mereka.
  • Pelestarian Lingkungan
    Nilai budaya dan spiritual yang melekat pada Gunung Merapi mendorong masyarakat setempat untuk melestarikan lingkungannya. Mereka memahami bahwa kelestarian gunung sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan melindungi sumber daya alam yang menjadi sandaran hidup mereka.

Dengan demikian, keberadaan Gunung Merapi sebagai simbol budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat merupakan fakta menarik yang menyoroti hubungan mendalam antara manusia dan alam. Gunung ini tidak hanya merupakan fenomena geologis, tetapi juga memiliki makna dan nilai yang dalam bagi masyarakat di sekitarnya, membentuk identitas, kepercayaan, dan praktik budaya mereka.

Pertanyaan Umum tentang Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, menarik perhatian dan menimbulkan banyak pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang Gunung Merapi yang akan dijawab secara informatif dan komprehensif:

Pertanyaan 1: Seberapa tinggi Gunung Merapi?

Jawaban: Tinggi Gunung Merapi adalah 2.930 meter di atas permukaan laut.

Pertanyaan 2: Di mana Gunung Merapi berada?

Jawaban: Gunung Merapi terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pertanyaan 3: Seberapa sering Gunung Merapi meletus?

Jawaban: Gunung Merapi adalah gunung berapi yang sangat aktif dan sering meletus. Letusan besar terjadi rata-rata setiap 10-15 tahun sekali, sedangkan letusan kecil dan sedang terjadi lebih sering.

Pertanyaan 4: Apakah Gunung Merapi berbahaya?

Jawaban: Ya, Gunung Merapi adalah gunung berapi yang berbahaya karena letusannya dapat menghasilkan aliran piroklastik, lahar, dan abu vulkanik yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan merusak infrastruktur.

Pertanyaan 5: Apa yang harus dilakukan jika terjadi letusan Gunung Merapi?

Jawaban: Jika terjadi letusan Gunung Merapi, masyarakat di sekitar harus segera mengikuti instruksi dari pihak berwenang, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Penting juga untuk menyiapkan rencana evakuasi dan perlengkapan darurat.

Pertanyaan 6: Apa manfaat Gunung Merapi bagi masyarakat sekitar?

Jawaban: Selain menjadi objek wisata alam, Gunung Merapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar, seperti kesuburan tanah vulkanik yang mendukung pertanian, sumber air dari mata air di lereng gunung, dan potensi energi panas bumi.

Mempelajari fakta-fakta penting tentang Gunung Merapi sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya gunung berapi dan potensi manfaatnya.

Artikel selanjutnya: Dampak Letusan Gunung Merapi pada Lingkungan

Tips Terkait Gunung Merapi

Berikut adalah beberapa tips penting terkait Gunung Merapi yang perlu diketahui dan diperhatikan:

Tip 1: Ketahui potensi bahayanyaMemahami potensi bahaya Gunung Merapi, seperti aliran piroklastik, lahar, dan abu vulkanik, sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Tip 2: Ikuti instruksi pihak berwenangSaat terjadi aktivitas vulkanik, selalu ikuti instruksi dari pihak berwenang, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Mereka memiliki informasi dan rekomendasi terbaru terkait situasi gunung berapi.

Tip 3: Siapkan rencana evakuasiRencana evakuasi yang matang akan membantu Anda dan keluarga untuk mengetahui rute evakuasi, titik kumpul, dan tempat pengungsian yang aman jika terjadi letusan.

Tip 4: Siapkan perlengkapan daruratSiapkan perlengkapan darurat yang berisi kebutuhan dasar seperti makanan, air, obat-obatan, pakaian, dan dokumen penting. Simpan perlengkapan ini di tempat yang mudah dijangkau.

Tip 5: Pantau perkembangan aktivitas vulkanikPantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui sumber informasi resmi, seperti situs web PVMBG atau aplikasi Magma Indonesia. Informasi terkini akan membantu Anda mengambil tindakan yang tepat.

Tip 6: Hindari zona bahayaJika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, hindari zona bahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang. Zona tersebut berpotensi terdampak langsung oleh erupsi gunung berapi.

Tip 7: Perhatikan kesehatan pernapasanSaat terjadi erupsi, abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Gunakan masker atau pelindung pernapasan untuk mengurangi paparan abu.

Tip 8: Bijak dalam menyebarkan informasiHanya sebarkan informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Hindari menyebarkan informasi yang tidak benar atau menyesatkan yang dapat menimbulkan kepanikan.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya Gunung Merapi, serta berkontribusi pada mitigasi risiko bencana.

Artikel selanjutnya: Dampak Letusan Gunung Merapi pada Lingkungan

Kesimpulan

Gunung Merapi merupakan gunung berapi aktif yang memiliki banyak fakta menarik, mulai dari aktivitas vulkaniknya yang tinggi hingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Memahami fakta-fakta ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya gunung berapi.

Selain potensi bahayanya, Gunung Merapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat, seperti tanah vulkanik yang subur, sumber air, dan potensi energi panas bumi. Oleh karena itu, penting untuk mengelola Gunung Merapi dengan bijak, dengan menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alamnya dengan mitigasi risiko bencana.

Dengan terus mempelajari dan memahami Gunung Merapi, kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak negatif dari letusannya, serta mengoptimalkan pemanfaatan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Youtube Video:

Fakta Menarik Tentang Gunung Merapi - sddefault


Share.