#PendakiCantik – Hujan deras lebih dari dua jam di lereng Gunung Wilis, Ponorogo, Jawa Timur, menyebabkan longsor. Empat rumah rusak berat dan tak bisa ditempati.

Para korban yang rumahnya tertimpa material longsor trauma dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menggunakan alat seadanya, warga bersama petugas kepolisian membersihkan material llonggsor yang menimpa rumah milik Bejo, salah seorang warga di Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Rumah tersebut rusak berat setelah tebing setinggi lima meter di belakang longsor dan menimpa bangunan.

Sebagian dindingnya jebol. Material longsor berupa tanah, bebatuan, pepohonan campur lumpur mengubur bangunan tersebut.

Tanah Terus Bergerak

Empat Rumah Rusak Karena Longsor di Lereng Gunung Wilis
Foto: Pendaki Cantik – @antara

Proses pembersihan material berlangsung lamban karena tanah terus bergerak. Masih dimungkinkan terjadi longsor susulan. Warga trauma dan mengungsi. Mereka butuh bantuan.

Kanit Binmas Polsek Pulung, Aiptu Wasis Suwondo mengatakan, intensitas hujan yang tinggi memicu longsor dan banjir.

“Warga diimbau selalu waspada. Jika hujan turun kebih tiga jam, segeralah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.

Tentang Gunung Wilis

Empat Rumah Rusak Karena Longsor di Lereng Gunung Wilis
Foto: Pendaki Cantik – @olivia_reva

Gunung Wilis adalah sebuah gunung berapi (istirahat) yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Wilis memiliki ketinggian 2.563 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung tersebut terletak di wilayah enam kabupaten yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek.

Gunung Wilis mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Daerah perbukitan Gunung Wilis pernah dilalui oleh Jenderal Sudirman, sebelum melakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke Yogyakarta.*

Share.