Pendakicantik.com – Curug Luhur yang terletak di Sukabumi memiliki keindahan alam yang alami. Butuh waktu lebih dari satu hari untuk menjelajahi tempat wisata alam di Kabupaten Sukabumi secara menyeluruh.

Terutama karena adanya berbagai tempat wisata yang menawan, seperti air terjun atau Curug Luhur.

Baca juga: Pendakian Gunung Andong Tutup Selama Ramadhan 1 Bulan Penuh

Curug Luhur berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resort PTN Pasir Hantap Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi.

Air terjun ini tersembunyi dari hiruk pikuk keramaian di kaki Gunung Gede Pangrango, di tengah-tengah pohon besar.

Baca juga: Gunung Bromo: Tutup 2 Hari Selama Hari Raya Nyepi, Tempat Umat Hindu Tapa Brata

Curug Luhur: Bisa Ditempuh Lewat 2 Jalur, Melalui Genteng dan Pasir Hantap

Saat berada di sini, suara yang terdengar hanyalah gemuruh air dan segarnya udara di sekitar Curug Luhur. Air yang mengalir dari puncak air terjun yang tingginya antara 25 hingga 30 meter ini sangat jernih.

Volunteer Cantigi Anton Hilman menyatakan untuk menuju Curug Luhur ada dua jalur yang secara resmi dikeluarkan TNGGP yaitu melalui Genteng dan Pasir Hantap. Lebih lanjut, Anton menyatakan perbedaan antara 2 jalur tersebut adalah jarak.

Menurut dia, apabila melalui Pasir Hantap perjalanan dimulai dari kantor resort PTN Pasir Hantap, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Dari kantor resort ke Curug Luhur berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dan itu ditempuh dengan jalan kaki. Maka dari itu jalur Pasir Hantap disebut long track. Apabila dari arah Jakarta, maka dari jalan nasional Sukabumi – Bogor arahkan kendaraan ke jalan Ciambar lanjutkan perjalanan menuju arah kantor Kecamatan Ciambar.

Curug Luhur: Bisa Ditempuh Lewat 2 Jalur, Melalui Genteng dan Pasir Hantap
Foto: Pendaki Cantik –

Setelah melewati kantor Kecamatan Ciambar teruskan perjalanan hingga resort ke Curug Luhur. Dari resort ini perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki selama kurang lebih 1 jam karena jalan yang cukup curam. “Makanya jalur Pasir Hantap direkomendasikan untuk yang minat khusus,” ujar Anton.

Maka dari itu pengunjung lebih disarankan memilih jalur Kampung Genteng. Apabila memilih jalur ini maka arahkan kendaraan menuju jalan alternatif Cicurug, kemudian lanjutkan perjalanan menuju jalan Leuwinanggung.

Dari sana teruskan hingga sampai ke Kampung Genteng, Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar. Parkir kendaraan di tempat yang disediakan kampung tersebut kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Jarak Kampung Genteng dengan curug ini sekitar 1,5 kilometer dengan perkiraan lamanya perjalanan 30 menitan. Perjalanan yang ditempuh terbayar dengan pemandangan alam yang masih asri dan udara khas pegunungan. Anton menyatakan, Curug ini dapat digunakan sebagai lokasi camping keluarga, water tracking dan kegiatan outbound.

“Lokasi Curug Luhur juga dipakai untuk penelitian dan kepentingan pendidikan, sehingga pengunjung yang datang diharapkan ikut menjaga kebersihan dan bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Share.