Cerita Mistis Taman Gaib di Gunung Argopuro

Cerita Mistis Taman Gaib di Gunung Argopuro
Foto: Pendaki Cantik - @anggabayuariska__

#PendakiCantik – Gunung Argopuro yang terletak di Desa Ardiseng, Bondowoso, Jawa Timur terkenal sangat angker dengan taman gaibnya di bukit piramid.

Cerita mistis tentang bukit piramid mulai terkenal pasca kasus hilangnya Thoriq Rizki di tahun lalu di Gunung Piramid.

Gunung Argopuro menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya.

Konon sang Dewi tidak suka bila ada orang yang mengganggu dan mengusik kawasannya. Para pendaki yang suka berbuat usil dan mengusik sering kali bisa kesurupan atau tersesat.

Para dayang Dewi Rengganis juga terkenal di kalangan para pendaki. Seperti halnya Dewi selendang biru yang suka meminta pertolongan.

Beberapa dayang suka menggoda para lelaki dengan mengajak kencan sehingga betah dan tidak mau meninggalkan Gunung Argopuro.

Taman Gaib Rengganis

Cerita Mistis Taman Gaib di Gunung Argopuro
Foto: Pendaki Cantik – @_meizda

Menurut sejumlah sumber, di Kawasan Gunung Argopuro terdapat taman gaib, yaitu Taman Rengganis. Beberapa para pendaki bisa melihat taman ini, taman yang penuh dengan bunga dan buah.

Meski begitu jangan sekali-kali memetik buah atau apapun di sana. Pasalnya jika seseorang memetik atau merusaknya maka tidak bisa keluar daerah situ.

Selain cerita mistis dari Dewi Rengganis, di atas Gunung Argopuro juga terdapat landasan pesawat yang sudah tidak digunakan lagi. Landasan yang terbengkalai itu juga menimbulkan banyak korban.

Pembunuhan Oleh Serdadu Belanda

Cerita Mistis Taman Gaib di Gunung Argopuro
Foto: Pendaki Cantik – @srideviapriani

Menurut catatan sejarah pembangunan landasan pesawat di atas gunung tersebut dengan cara paksa kerja rodi. Para pekerjanya juga banyak yang dibunuh oleh serdadu Belanda.

Dan mayatnya dikubur di sekitar landasan. Bukti sejarah adanya landasan pesawat tersebut adalah adanya mesin genset bekas yang

berada di salah satu sudut bekas landasan dan tersembunyi di antara semak belukar, dan di badan genset tertulis tahun 1912.

Selain mesin genset, ada juga menara pengawas yang sudah roboh. Selain itu tidak ada bangunan lain dan hanya terlihat sebuah lapangan terbuka yang ditumbuhi ilalang.