Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci

Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci
Foto: Pendaki Cantik - Instagram/@fadhilnasution23

#PendakiCantik – Cerita pohon bolong di jalur pendakian Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, sudah tidak asing bagi kalangan pendaki. Saat melintas di jalur pendakian sebagian besar pendaki pasti pernah melihat keberadaan pohon itu.

Keberadaan pohon bolong berdiameter besar itu berada di sisi kanan jalur pendakian, atau tepatnya di antara jalur pos III menuju shelter I. Jalur yang dilewati dari pintu rimba hingga sampai di shelter II merupakan jalur yang bervegetasi hutan lebat.

Sekilas dari namanya, pohon bolong memang agak sedikit mistis. Pohon tersebut juga menyimpan cerita yang tak asing bagi pendaki.

Tempat Menyimpan Jenazah Pendaki

Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@wawanheriyantoo

Porter di Gunung Kerinci selalu mengingatkan agar para pendaki yang melihat pohon bolong tersebut dianjurkan tidak berhenti untuk makan, foto-foto, atau buang air.

Menurut cerita lain pohon bolong tersebut, dulunya pernah dijadikan tempat untuk menyimpan jenazah pendaki yang meninggal.

Cerita lain yang berkembang di kalangan pendaki, pohon bolong tersebut banyak sosok penunggu. Salah satunya, sosok yang sering menampakkan diri adalah sosok nenek tua serta genderuwo.

Konon cerita yang santer di kalangan pendaki, hilangnya Setiawan Maulana pada 2014 lalu memiliki hubungan dengan sosok penunggu di pohon besar.

Banyak Pendaki Meninggal

Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@tanamperjalanan

Selain menyimpan kemegahan dan keindahannya, Gunung Kerinci juga memiliki jalur yang sulit. Cuaca di puncak Kerinci sulit untuk ditebak.

Banyak yang harus dihadapi pendaki, di antaranya badai dan kabut yang bisa mengganggu jarak pandak saat mendaki ke atap Sumatera itu.

Jika tanpa persiapan yang matang, risiko bisa datang begitu saja. Ada setidaknya 9 orang pendaki di Gunung Kerinci meninggal dunia, bahkan beberapa di antaranya sampai sekarang ada yang belum ditemukan.

Asal Usul Tugu Yudha

Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@andieizecsa33

Pendaki yang meninggal pertama kali saat mendaki Gunung Kerinci itu adalah Adi Permana, ia meninggal pada tahun 1983. Pendaki tersebut diduga terjatuh ke dalam jurang di sisi timur shleter III.

Kemudian selain Adi Permana, juga ada Yudha Sentika. Nama pendaki tersebut diabadikan sebagai tempat, yakni Tugu Yudha. Tugu tersebut berada di jalur sebelum menuju puncak.

Tugu tersebut dibuat untuk mengenang nama Yudha Sentika yang hilang saat mendaki Gunung Kerinci pada tahun 1990. Hingga kini, Yudha Sentika belum ditemukan.

Selain itu, juga ada nama Dadang dan Nanang. Kedua pendaki tersebut mendaki pada tahun 1997 dan dinyatakan hilang tanpa jejak.

Pendaki Asing Hilang

Cerita Menyeramkan Soal Pohon Bolong di Gunung Kerinci
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@gejala_sungairumbai

Tak hanya pendaki nusantara yang hilang di Kerinci, pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss juga hilang di Kerinci.

Pada tahun 2003 silam Gunung Kerinci kembali digegerkan hilangnya tiga pendaki asal Jakarta Utara. Wiwin, Tedi, dan Aloysius meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi selama 5 hari.

Yang terakhir, ada nama pendaki Setiawan Maulana. Pendaki asal Bekasi itu dilaporkan hilang saat mendaki Kerinci.

Pencarian terus dilakukan setelah ia dinyatakan hilang. Namun, sampai sekarang keberadaan Setiawan Maulana tidak ditemukan.*