Lapar Saat Mendaki? Intip Cara Masak Nasi di Gunung

Memasak nasi di gunung butuh tips tersendiri agar bisa matang dengan sempurna di ketinggian.

Cara Masak Nasi di Gunung
Memasak Nasi di Gunung - Ist.

Hey, sahabat Pendaki Cantik! Pernah masak di gunung? Pernah alami lapar saat mendaki karena nasi masakanmu tak kunjung matang dengan baik?

Yuk, intip tips dari salah seorang Pendaki Cantik tentang cara memasak nasi di gunung. Semoga di lain pendakian, nasi hasil masakanmu dapat terhidang dengan sempurna.

Sebelumnya, di tips persiapan mendaki untuk pendaki pemula, telah sempat disinggung bahwa kegiatan mendaki gunung membutuhkan ketahanan fisik dan stamina yang kuat.

Fisik dan stamina itu diantaranya diperoleh dari makan dan istirahat yang cukup. Nah, di alam liar, agar bisa makan (nasi), kita tentunya harus masak. Dan ternyata, memasak nasi di alam terbuka itu punya tantangan tersendiri lho.

Mengapa? Karena beras akan sulit matang menjadi nasi di daerah dataran tinggi. Ini karena tekanan udara di daerah dataran tinggi lebih rendah dibanding dengan tekanan udara di daerah dataran rendah.

Jika demikan, bagaimana cara memasak di alam bebas seperti itu? Jangan bingung, simak tips lengkapnya.

1. Siapkan nesting, kompor, portable, gas

Selain kompor, kamu juga bisa memasak menggunakan paraffine atau kayu bakar. Lalu, nesting. mungkin ada yang belum tahu apa itu ‘nesting’?

Siapkan nesting, kompor, portable, gas
Masak di Gunung Gede | @lulumeutia

Nesting adalah peralatan masak yang fungsinya bisa juga sebagai peralatan makan dan biasa dipakai untuk kegiatan outdoor.

Bentuknya kotak, umumnya ada kuping pegangan di kedua sisinya dan tersusun 3 – 4 rangkap layaknya rantang.

BacaTips Mendaki Saat Cuaca Buruk

2. Sediakan beras dan air secukupnya

Terlebih dahulu, bersihkan beras yang akan dimasak dengan air. Beras yang telah bersih dimasukkan ke dalam nesting.

Sediakan beras dan air secukupnya
Hargo Dalem – Gunung Lawu | @husniacandra

Lalu, tambahkan air dalam takaran yang pas; tidak terlalu banyak, tidak juga terlalu sedikit.

Prinsipnya, agar nanti nasinya tidak mentah, air yang dimasukkan harus lebih banyak dibanding saat kita masak nasi di rumah.

3. Masak di Ketinggian, perhatikan tipsnya

Nyalakan kompor dan letakkan nesting di atas kompor. Aduk-aduk berasnya dan pastikan panas kompornya merata.

Masak nasi, perhatikan tipsnya
Papandayan | @desimelindaechi

Kemudian, tutuplah nesting dengan tutup nesting dan letakkan benda pemberat di atasnya. Pemberat berguna untuk menahan uap keluar agar tekanan udara di dalam nesting cepat meningkat.

Disarankan untuk tidak terlalu sering membuka tutup nesting. Kira-kira setelah 30 menit, periksa kematangan nasinya.

BacaPersiapan Naik Gunung Di Bulan Puasa

4. Setelah nasinya matang, hidangkan

Bila nasi telah dipastikan matang, matikan apinya dan biarkan tutup nesting terbuka. Aduk nasi dengan sendok agar uapnya mengepul sehingga nasi tidak ‘basah’.

Setelah beberapa saat, nasi pendakianmu kini siap disajikan untuk dinikmati bersama ‘hidangan puncak gunung’ lainnya.

Setelah nasinya matang, hidangkan
Masak di gunung | @samalazzz

Demikian tips singkat tentang bagaimana memasak nasi di gunung. Semoga dapat bermanfaat dan dapat digunakan dalam perjalanan berikutnya.

Jika kamu punya tips menarik lainnya seputar mendaki gunung, jangan sungkan untuk dikirimkan agar nanti dapat dibagikan di website dan sosial media @pendakicantik.*

*Kontributor: Siska Kusmayanti