Pendaki Cantik, Baru Pertama Mendaki? Ini Tipsnya

Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pendaki pemula yang baru pertamakali mendaki gunung.

Baru Pertama Mendaki - Ini Tipsnya
Sunset di puncak gunung - Ist.

Hallo, Pendaki Cantik! Baru pertama mendaki gunung dan punya segudang pertanyaan tentang apa saja tips mendaki bagi pemula?

Sama seperti kegiatan lain, jika ingin sukses dan berhasil, langkah pertama untuk mendaki gunung dimulai dari satu kunci penting: persiapan. Apa saja persiapan-persiapan itu?

Berikut rangkuman sharing dari para Pendaki Cantik tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan jika kamu baru pertamakali mendaki gunung.

1. Pelajari Lokasi Gunung

Salah satu persiapan penting sebelum mendaki gunung adalah mempelajari medan dan lokasi gunung tujuan kamu. Sebab, tiap-tiap gunung punya jalur pendakian dengan tingkat kesulitan dan tantangan yang berbeda-beda.

Pelajari Lokasi Gunung
Pulau Kenawa, Sumbawa | @naana1704

BacaTips Mendaki Saat Cuaca Buruk

Di Gunung Kerinci misalnya, mayoritas medan pendakian di sana adalah pasir dan lumpur. Sementara di tempat lain, di Gunung Rinjani misalnya, kamu harus jalan menanjak dengan medan perjalanan yang hampir 45 derajat.

Kamu bisa mempelajari lokasi pendakian dari berbagai sumber di internet atau dengan bertanya kepada pendaki yang sudah pernah mengunjungi lokasi pendakian yang ingin dituju.

Dengan mengetahui medan perjalanan, kamu dapat mempersiapkan logistik dan stamina dengan tepat.

2. Berolahraga Sebelum Mendaki

Jangan pernah menganggap enteng perjalanan mendaki gunung. Dibutuhkan stamina yang fit dan kondisi badan yang baik bagi seorang pendaki untuk bisa mencapai puncak sebuah gunung, ‘serendah’ apapun gunung itu.

Berolahraga Sebelum Mendaki
Pasar Bubrah, Gunung Merapi | @pryasmi

Ada baiknya kamu berolahraga beberapa minggu sebelum hari pendakian, seperti jogging. Jalur pendakian yang menanjak, udara yang dingin, dan oksigen yang menipis akan menjadi tantangan terberat.

Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur, jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat, agar tubuhmu dapat bugar sepenuhnya di hari pendakian.

3. Persiapkan Peralatan Pendakian

Peralatan yang umum dibawa para pendaki adalah tas carrier, sepatu hiking, jaket, pisau lipat, jas hujan, alat masak portabel, senter, peluit, kompas, dan perlengkapan obat P3K.

Kalau kamu berkemping di gunung, jangan lupa untuk membawa matras, tenda, dan sleeping bag. Tas carrier harus disesuaikan dengan lamanya waktu perjalanan.

Persiapkan Peralatan Pendakian
Sembalun – Lombok Timur | @putisika

BacaMerapi: Kugapai Bersama Sahabat

Jika perjalanan panjang, kamu bisa membawa tas carrier dengan ukuran 80 liter. Pilihlah alat masak portabel agar ringan dan mudah pengoperasiannya.

Soal sleeping bag, ada bermacam-macam jenis, sesuaikan dengan temperatur gunung atau lokasi yang akan dijelajahi. Hal ini akan membuat kamu lebih hangat saat kemping di gunung.

4. Ketahui Perbekalan dan Logistik

Perbekalan makanan memegang peran penting dalam pendakian gunung. Siapkan perbekalan makanan secukupnya, sehingga kamu tidak akan kekurangan makanan atau sia-sia membuang makanan yang tidak termakan.

Ketahui Perbekalan dan Logistik
Ranukumbolo, Jawa Timur | @baratdaya_

Bawalah makanan seperti beras, mie instan, atau kornet yang bisa menjadi menu makanmu. Selain itu, siapkan juga biskuit, cokelat dan roti yang bakal mengisi tenaga sembari berjalan mendaki.

Siapkan juga cadangan air, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

5. Mendaftar di Pos Perijinan

Biasanya, beberapa gunung memiliki tempat perizinan yang mengharuskan para pendaki terlebih dahulu mengisi data diri dan lama perjanan. Jangan acuhkan tempat tersebut, karena para petugas di sanalah yang nantinya akan membantumu.

Mendaftar di Pos Perijinan
Gunung Andong, Magelang | @anggunrukmaa

Baca10 Alasan Untuk Mendaki Gunung

Beberapa gunung yang populer dan mengharuskan pendakinya untuk membuat izin mendaki di antaranya: Gunung Kerinci, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Argopuro, dan Gunung Semeru.

Dengan mendaftarkan diri di pos, maka kamu sudah memiliki itikad yang baik untuk menjelajah alam.

6. Jaga Handphone dan Kamera

Sebelum naik gunung, ada baiknya kamu mematikan handphone serta kamera dan menaruhnya di dalam plastik untuk melindungi dari rembesan air.

Jaga Handphone dan Kamera
Oro Oro Ombo, Semeru | @dewiharyati8

Jika tidak, masukanlah handphone Anda ke dalam syal yang digulung atau ke dalam jaket yang tebal. Hal tersebut berfungsi untuk menjaga handphone tetap hangat dan tidak boros baterai. Ya, udara dingin di gunung dapat membuat baterai handphone cepat terkuras.

Penting juga untuk diingat, sebelum naik gunung, kabari orang tua atau kerabat terdekat. Ini bertujuan agar mereka dapat membantu tim SAR atau pihak keamanan setempat, seandainya kamu tersesat atau hilang dalam pendakian.

7. Berdoa dan Bertindaklah Sopan

Biasakan untuk berdoa terlebih dulu sebelum memulai pendakian gunung. Mintalah bantuan dan pertolongan kepada Tuhan agar menjagamu dana sahabat sependakianmu selama perjalanan.

Berdoa dan Bertindaklah Sopan
Alun alun Surya Kencana | @ekanhy

BacaDatang Bulan Saat Mendaki? Ini Tipsnya

Saat mendaki, ingatkan diri sendiri dan sesama teman untuk tetap bertindak sopan. Usahakanlah untuk kompak bersama dalam satu tim dengan tidak terlalu bertingkah berlebihan atau berbicara kasar.

8. Ingat Prinsip Pecinta Alam

Ingatlah prinsip yang harus dipegang teguh oleh setiap pecinta alam: “Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill nothing but time“.

Tidak mengambil sesuatu kecuali foto, tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki, tidak membunuh sesuatu kecuali waktu. Ini adalah prinsip agar pendaki gunung selalu menjaga keharmonisan dan kelestarian alam.

Ingat Prinsip Pecinta Alam
Puncak Gunung Slamet | @zahazizah_

Sekian sharing delapan tips mendaki bagi #PendakiCantik yang baru pertama mendaki. Semoga dapat bermanfaat dalam membantu persiapan pendakian pertamanya.

Jika kamu punya tips dan trik menarik lainnya untuk membantu para pendaki pemula, jangan ragu untuk membagikannya di kotak komentar. Selamat berpetualang, Pendaki Cantik!

*Kontributor: Riyana Hermadiana