Pendakicantik.com – Bagi pendaki, ada kekhawatiran yang menghantui perjalanannya, mulai dari masalah dengan alam, rekan perjalanan, hingga masalah kesehatan.

Saat berada di gunung atau tempat tinggi lainnya, terkadang muncul perasaan tidak nyaman dan gelisah, hal tersebut mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan.

Baca juga: Indonesia akan Memiliki 12 Geopark Berstatus Gobal Tahun 2024

Masalah kesehatan bisa muncul tidak hanya bagi pendaki pemula, tetapi juga bagi mereka yang sudah terbilang profesional.

JANGAN SAMPE MENINGGAL DI GUNUNG – INI PENYEBABNYA? PENYAKIT HIPOTERMIA

Beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami antara lain sakit perut dan patah tulang.

9 Kondisi Kesehatan yang Bisa Dialami Pendaki saat Mendaki Gunung

Itulah mengapa kamu perlu waspada dan menyiapkan segalanya dengan maksimal, untuk meminimalkan risiko terkena gangguan kesehatan.

Baca juga: Rencana Pembatasan Pendakian di Bali Membuat Resah Pelaku Usaha Pariwisata

Masalah Kesehatan saat Mendaki Gunung

Masalah kesehatan yang rentan terjadi saat mendaki gunung dilansir dari Klikdokter, Kamis (2/2/2023).

1. Hipotermia

Hipotermia menjadi penyakit saat naik gunung yang kemungkinan dapat terjadi. Kondisi ini dipicu oleh cuaca yang terlalu dingin. Ketika mendaki gunung, kamu berisiko mengalaminya karena terus-menerus terpapar oleh cuaca yang dingin dan tidak bisa diprediksi.

2. Diare

Gangguan kesehatan saat naik gunung yang juga sering terjadi adalah diare. Kondisi ini bisa disertai dengan mual dan muntah. Penyebabnya bisa beragam, tetapi umumnya terjadi akibat kurang terjaganya kebersihan.

Kondisi ini tentu dapat dicegah. Selain memastikan kamu rajin mencuci tangan, kebersihan alat makan juga perlu diperhatikan. Agar kebersihan terjaga, cuci tangan dan alat makan menggunakan sabun dan air panas.

9 Kondisi Kesehatan yang Bisa Dialami Pendaki saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @donbowie

3. Kulit Melepuh

Saat naik gunung, kulit dapat melepuh akibat gesekan kulit kaki dengan kaus kaki atau sepatu dalam jangka waktu lama. Sepatu bisa saja terlalu besar atau terlalu kecil, ditambah lagi dengan kondisi kaki yang berkeringat.

Agar penyakit saat naik gunung yang menyerang kulit kaki tidak terjadi, akan lebih baik jika kamu membawa kaus kaki cadangan saat naik gunung. Selain itu, usahakan untuk menjaga kakimu tetap kering.

4. Nyeri Perut

Sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai asam lambung, infeksi, sampai batu ginjal. Beberapa di antaranya merupakan masalah yang ringan.

Jika asam lambung menjadi penyebab utamanya, hal ini dapat diatasi dengan penggunaan antasid. Namun, berbeda halnya apabila penyebab nyeri perut merupakan masalah serius. Contohnya saat nyeri perut terjadi di bagian kanan bawah disertai demam. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

Bila mengalami kondisi tersebut, sebaiknya kamu segera kembali dan menunda kegiatan naik gunung. Pastikan kamu segera kembali dan cari rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Pendaki dan Wisatawan Terpaksa Harus Mengurungkan Niat Mendaki Gunung di Bali

5. Keseleo

Tidak dapat dimungkiri bahwa mendaki gunung memiliki risiko menyebabkan luka dan cedera sehingga kamu harus lebih waspada.

Terkadang permukaan tanah yang dilalui tidak rata dan cukup licin. Apabila kakimu tidak melekat dengan baik ke permukaan tanah saat mendaki, ada risiko terjadi cedera.

Cedera yang dialami tersebut ditandai dengan kaki yang bengkak dan nyeri saat digerakkan.

6. Reaksi Alergi

Alergi juga bisa saja terjadi saat naik gunung. Apalagi jika sudah memiliki riwayat alergi sebelumnya, misalnya alergi dingin. Selain itu, reaksi alergi bisa diakibatkan oleh gigitan serangga atau akibat kontak dengan tumbuh-tumbuhan tanaman beracun.

Maka itu, kamu harus lebih mewaspadai kemungkinan kondisi-kondisi di atas terjadi. Akan lebih baik jika kamu menggunakan celana dan pakaian panjang saat mendaki gunung.

9 Kondisi Kesehatan yang Bisa Dialami Pendaki saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @fahad917

7. Patah atau Dislokasi Tulang

Patah tulang biasanya menimpa bagian tungkai, pergelangan kaki, atau pergelangan tangan. Gejalanya mirip dengan keseleo, tetapi nyeri terasa lebih hebat. Sementara itu, dislokasi biasanya terjadi pada bahu. Penyebabnya sama seperti keseleo. Kedua penyakit ini berisiko terjadi saat naik gunung.

Maka itu, pastikan kamu selalu berhati-hati ketika berjalan atau menapakkan kaki pada permukaan tanah agar tidak terjatuh dan cedera.

Baca Juga: Bukit Kaba: Pesona Keindahan Alamnya dan Tempat Konservasi Rafflesia Arnoldi

8. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih sering dialami oleh perempuan. Penyakit yang sering terjadi saat naik gunung ini dapat menyebabkan pengidap merasakan nyeri saat berkemih. Ini menjadi tanda yang umumnya muncul.

Penyakit infeksi saluran kemih berhubungan dengan kebersihan setelah melakukan buang air kecil. Oleh karena itu, sebaiknya kamu selalu menyediakan tisu basah dan pakaian dalam cadangan. Selain itu, selalu pastikan celana dalam tetap kering dan tidak lembap.

9 Kondisi Kesehatan yang Bisa Dialami Pendaki saat Mendaki Gunung
Foto: Pendaki Cantik – @fahad917

9. Penyakit Serupa Influenza

Penyakit yang dapat terjadi saat naik gunung selanjutnya menyerupai influenza. Gejala penyakit ini meliputi infeksi saluran pernapasan, seperti batuk, bersin, demam, sinusitis, atau nyeri tenggorokan.

Bagian tubuh seperti mata, hidung, dan mulut bisa menjadi pintu masuk bagi virus dan bakteri. Apabila bagian-bagian tubuh tersebut disentuh dengan tangan kotor, kuman dapat masuk dan menyebabkan infeksi.

Maka itu, kebersihan tangan harus tetap terjaga. Usahakan tidak memegang hidung, mata, atau mulut sembarangan. Kamu juga perlu minum secukupnya agar tidak dehidrasi. Selain itu, perlu diingat untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk agar tidak menularkan ke orang sekitar.

Share.