#PendakiCantik – Memasuki babak baru pasca pandemi atau New Normal, sejumlah tempat wisata dibuka kembali. Hal ini berdasarkan keputusan yang dirilis KLHK beberapa waktu lalu.

Dalam SK KLHK tersebut dijelaskan bahwa Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) yang berada di zona hijau dan kuning akan dibuka kembali.

Kendati demikian, khusus untuk kegiatan wisata alam pendakian gunung yang biasa dilakukan berhari-hari belum diizinkan.

10 Pesan APGI untuk Pemandu dan Pendaki Selama New Normal
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@muhali2206

Sebagai contoh Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang hanya mengizinkan kegiatan trekking yang artinya pendakian tak sampai puncak gunung.

Hal tersebut termuat dalam rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (25/6/2020) yang menuliskan salah satu rincian protokol dari masing-masing TN, TWA, dan SM adalah memperbolehkan pendakian hanya satu hari atau one day trip.

Melihat pariwisata alam kembali dibuka meski tanpa pendakian, Sekretaris Jendral Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia ( APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, para pemandu gunung wajib tetap mematuhi protokol internal APGI jika suatu waktu pendakian diperbolehkan.

10 Pesan APGI untuk Pemandu dan Pendaki Selama New Normal

Menurut Rahman, ada setidaknya 10 protokol internal kepemanduan wisata gunung versi APGI, bersifat internal untuk anggota atau pemandu wisata gunung.

Pertama, sebut dia, pemandu wisata gunung dapat melakukan kegiatan kepemanduan wisata gunung dalam kelompok kecil yang berjumlah 2-7 orang.

Kedua, ia mengatakan, pemandu gunung harus dalam kondisi tubuh sehat selama melakukan kepemanduan wisata gunung pada waktu sebelum, selama dan sesudah perjalanan.

10 Pesan APGI untuk Pemandu dan Pendaki Selama New Normal
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@ukiwardoyo

Ketiga, membawa masker dan gunakan sesuai kebutuhan. Ia juga mengimbau agar para pemandu gunung berdisiplin dalam mencuci tangan atau membersihkan bagian tubuh saat melakukan kepemanduan wisata gunung.

Sementara itu, untuk para calon pendaki, ia berpesan agar semuanya dapat mengikuti kebijakan umum pemerintah pusat atau daerah setempat terkait protokol umum berkegiatan di kondisi normal baru.

Pendaki diminta memahami kondisi destinasi yang akan dikunjungi mulai dari zona Covid-19, status buka atau tutup, regulasi pengelola, kondisi alam, sosial dan budayanya.

10 Pesan APGI untuk Pemandu dan Pendaki Selama New Normal
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@intanvraa

Selain itu, ia berpesan agar para pendaki tetap menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen perjalanan wisata gunung seperti kemampuan fisik, kompetensi, dan peralatan maupun perbekalan.

Berikut 10 protokol kepemanduan wisata gunung versi APGI:

  1. Lakukan kegiatan kepemanduan wisata gunung dalam kelompok kecil (2-7 orang)
  2. Pastikan kondisi tubuh sehat selama melakukan kepemanduan wisata gunung (sebelum, saat, sesudah perjalanan)
  3. Bawa masker dan gunakan sesuai kebutuhan
  4. Disiplin dalam mencuci tangan atau membersihkan bagian tubuh saat melakukan kepemanduan wisata gunung
  5. Lakukan pembersihan peralatan dan perlengkapan secara rutin selama melakukan kepemanduan wisata gunung
10 Pesan APGI untuk Pemandu dan Pendaki Selama New Normal
Foto: Pendaki Cantik – Instagram/@ekagee

6. Jaga jarak aman minimal satu meter saat melakukan interaksi dalam kepemanduan wisata gunung

7. Gunakan peralatan dan perlengkapan secara pribadi dan minimalisir penggunaan secara bersama

8. Perhatikan kesehatan, kebersihan dan keamanan area perkemahan serta gunakan tenda setengah dari kapasitas maksimal.

9. Jaga kesehatan, kebersihan dan keamanan selama dalam perjalanan menuju destinasi wisata gunung

10. Lakukan manajemen resiko khusus pandemi saat melakukan kepemanduan wisata gunung

Share.