10 Pendaki Nepal Berhasil Menaklukkan Puncak K2 Himalaya

#PendakiCantik – Selama musim dingin ekstrem, sepuluh orang pendaki asal Nepal menjadi tim pertama yang berhasil mencapai puncak tertinggi kedua di dunia bernama K2 di Himalaya.

Keberhasilan mereka tersebut membuat masyarakat Nepal sangat senang dan menyambut tim tersebut seperti pahlawan pada Selasa (27/1/2021) kemarin.

Dikutip dari Associated Press (AP), Kamis (28/1/2021), para pendaki gunung, pendukung, teman, dan keluarga dari tim tersebut menyambut kedatangan mereka di bandara Kathmandu.

Karangan bunga, sorakan, dan band yang memainkan lagu turut memeriahkan acara penyambutan tersebut. Setelah itu, mereka dibawa berkeliling kota dengan truk yang terbuka.

“Sebagai tim kami merasa sanggat bangga; kami merasa sangat terhormat. Saya rasa kami mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia, jika bersatu tidak ada yang mustahil, jadi semua orang bahagia di sini,” kata Nirmal Purja.

Nirmal Purja merupakan salah satu anggota tim yang juga memegang rekok pendakian tercepat di puncak nomor 14 tertinggi di dunia.

Kehidupan Warga Nepal

Warga Nepal selama beberapa dekade berkeja sebagai kuli angkut dan pemandu bagi pendaki-pendaki asing yang ingin mendaki gunung.

Tapi, pembuatan rekor sendiri dengan menjalani ekspedisi di puncak tertinggi menandai pencapaian lain bagi pendaki Nepal.

“Ekspedisi ini telah meningkatkan status pendaki Nepal ke ketinggian baru, yang merupakan pencapaian bagi semua pendaki gunung dan menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak dapat kami capai jika kami berusaha,” kata Mingma Sherpa, yang mengorganisir ekspedisi.

K2 Puncak Tertinggi Kedua

K2 adalah puncak paling menonjol di sisi pegunungan Himalaya bagian Pakistan. Ketinggiannya merupakan puncak tertinggi kedua setelah Gunung Everest.

K2 tetap menjadi puncak terakhir di atas 8.000 meter di dunia yang belum didaki saat musim dingin.

Tim Nepal tersebut memastikan bahwa semua sepuluh anggota mencapai puncak pada waktu yang sama.

“Kami bersepuluh bekerja sama di level yang sama. Kita semua mengambil risiko besar dalam hidup kita. Kami merasa harus ada keadilan bagi setiap anggota tim,” kata Purja.*

Terkini